
Polda Sulteng Simulasikan Pengamanan Pilkada Serentak

Palu, (antarasulteng.com) - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar simulasi pengamanan pemilihan kepala daerah serentak di lapangan Vatulemo Palu, Selasa.
Dalam simulasi itu terdapat masa aksi dari salah satu pendukung pasangan calon kepala daerah memaksa menerobos blokade aparat Pengendalian Massa (Dalmas) kepolisian.
Massa yang mencoba mengagalkan pelantikan kepala daerah terpilih tersebut semakin beringas dan tak terkendali.
Aparat yang menghalangi massa membuat mereka semakin bertindak anarkis dan menyerang petugas serta melempari dengan segala jenis macam material seperti air mineral dan kayu juga membakar ban.
Polisi kembali bertindak tegas dengan aksi anarkis massa tersebut dengan mengerahkan pasukan secara bertahap dari unit K9 (anjing penegak hukum), unit Pasukan Huru Hara (PHH), unit Pengurai masa (Raimas), dan menyemprotkan air dari watercanon pada kerumunan masa.
Aksi tersebut bagian dari rangkaian simulasi latihan Pra Operasi Penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian untuk pengamanan Pilkada serentak di Sulteng.
Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis mengatakan jajaran Polda Sulteng siap mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi serentak di tujuh kabupaten, satu kota dan provinsi yakni pemilihan gubernur.
Kapolda mengatakan pada prinsipnya pihaknya siap dalam hal pengamanan. "Kami mengerahkan 2/3 kekuatan Polda Sulteng atau sekitar 7.000 personil yang disiapkan khusus untuk pelaksanaan Pilkada,ujarnya.
Idham menerangkan beberapa wilayah juga menjadi perhatian khusus dalam pengamanan Pilkada seperti Tolitoli, Banggai dan Poso.
Dia mengatakan pelaksanaan pengamanan Pilkada tidak hanya monopoli Polri, TNI maupun Pemda, masyarakat juga diharapkan memberikan peran aktif.
Keamanan juga harus dimulai dari diri sendiri dan warga masyarakat, termasuk rekan media. Kepolisian juga secara berlapis melakukan pengamanan terhadap komisioner KPU dan termasuk para kandidat bersama pasanganya baik bupati, walikota dan gubernur," katanya.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
