Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Peringkat Dua Realisasi GBIB Nasional

Senin, 15 Februari 2016 06:18 WIB
Image Print
Ilustrasi--Staf ahli bidang Pembangunan Setda Parimo, Ir Lewis memasangkan topi kepada peserta gertak birahi dan enseminasi buatan (GBIB) di Desa Parigi Mpuu, Kamis (27/8) (Antarasulteng.com/humas pemkab Parimo) (.)

Palu, (antarasulteng.com) - Provinsi Sulawesi Tengah menjadi daerah yang bisa merealisasikan program Gertak Berahi Inseminasi Buatan (GBIB) tertinggi kedua setelah Provinsi Jawa Barat.

Kasi Perbibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulteng, Nur Hasan A Modjo di Palu, Minggu mengatakan ranking itu dari data persentase ternak betina yang terseleksi, bunting dan Gangrep pada kegiatan Pendampingan Balai BIB Lembang.

Dari data dinamik yakni realisasi Sulteng 54,81 persen, Jawa Barat 55,4 persen, Maluku Utara 40,45 persen dan Maluku 42,94 persen.

"Data awal Desember 2015 kita (Sulteng) diurutan kedua tertinggi," ucapnya.

Capaian itu terdorong atas hasil program GBIB yang dilaksanakan medio Maret sampai April 2015 lalu di delapan kecamatan di Kabupaten Banggai. Terdiri dari Toli Barat, Toili, Moilong, Batui Selatan, Bunta, Nuhon, Simpang Raya dan Bualemo.

Terpilihnya pelaksanaan GBIB di Banggai karena daerah tersebut memiliki populasi ternak sapi terbanyak yaitu 42.891 ekor. Daerah Banggai sangat berpotensi karena dukungan daerah yang kaya akan sumber pakan dimana luas wilayah-nya sebanyak 9.672,70 Km2 atau sekitar 14,22 persen dari luas wilayah Sulteng secara keseluruhan.

Hal ini yang menjadikan Banggai menjadi kabupaten dengan jumlah populasi ternak sapi terbesar di Sulteng, jelasnya.

Ditambahkannya, dari data monitoring dan evaluasi PKb singkroninasi berahi reguler yang dilaksanakan tanggal 15 sampai 19 September 2015 didapat data sementara persentase kebuntingan sebesar 73,30 persen.

Jika dikalikan dengan jumlah akseptor GBIB 6.000 ekor maka didapat jumlah kebuntingan sebanyak 4.398 ekor dan akan lahir ditahun 2016 mendatang.

Hal ini sudah tentu akan menambah jumlah populasi sapi di Kabupaten Banggai pada khususnya dan Sulteng pada umumnya,"terang Nur Hasan.

Dia berharap dengan adanya GBIB dapat berpengaruh secara signifikan terhadap penambahan populasi di Sulteng, sehingga dapat menjadi provinsi sebagai sumber bibit dan daging untuk daerah lain.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Keswan Sulteng, Faisal Mang menyampaikan terimakasih pada pihak terkait yang mendukung tercapainya hasil membanggakan itu. Baginya, atas kerjasama BIB Lembang, Dinas Peternakan Kabupaten Banggai dan Pemerintah Sulteng kegiatan itu terlaksana dengan baik.

Capaian ini juga adalah implementasi dari fatwa gubernur Sulteng saat pembukaan kontes ternak di bukit Jabal Nur Palu, lalu. Yaitu, Santiti mani mojadika japi sagimpu (setetes mani bisa menjadikan bibit sapi sekandang), katanya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026