Logo Header Antaranews Sulteng

5.000 Tamu Asing Saksikan GMT Di Sulteng

Sabtu, 27 Februari 2016 17:17 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah Hj Sitti Norma Mardjanu (Antarasulteng.com/istimewa)
Semua hotel di Palu sudah terpesan penuh.

Palu (antarasulteng.com) - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah H. Sitti Norma Mardjanu mengemukakan hingga kini sudah 5.000-an tamu asing yang mengonfirmasikan akan hadir menyaksikan gerhana matahari total (GMT) di beberapa tempat di Sulteng pada 9 Maret 2016.

"Data dan informasi yang kami peroleh dari pengusaha hotel, biro perjalanan dan penyelenggara acara-acara GMT mencatat hari ini sudah 5.000-an tamu asing akan datang. Jumlahnya masih akan bertambah terus hingga hari `H` nanti," katanya usai peluncuran Gerakan Aksi Sapta Pesona dan paket-paket wisata menyambut GMT di lokasi wisata Kampung Nelayan, Kota Palu, Sabtu.

Ia mengaku bahwa pihaknya kewalahan untuk menyediakan sarana akomodasi bagi pengunjung, terutama pengunjung dari dalam negeri, termasuk tamu-tamu dari jajaran pemerintah pusat, sehingga tepraksa harus mencarikan 'home stay' di rumah-rumah warga.

"Masih banyak orang mencari tempat menginap di Palu, sementara hotel-hotel mulai dari yang berbintang sampai melati sudah terisi penuh semua mulai 6 Maret 2016. Kalau wisatawan asing, kebanyakan mereka telah memesan bahkan membayar sewa hotel sejak beberapa bulan lalu," katanya.

Bahkan, kata Norma, ratusan wisatawan dari lima negara saat ini sudah berada di Kota Palu dan Poso untuk mempersiapkan pengamatan GMT itu, seperti dari Jerman, Prancis, Belanda, Pakistan dan Australia.

Ia membantah informasi yang beredar bahwa banyak wisatawan mancanegara yang telah membeli tiket dan memesan hotel di Sulteng membatalkan kunjungannya karena aksi terorisme di Jl. Thamrin Jakarta serta Poso.

"Saya sudah cek ke hotel-hotel dan semua pengelola lokasi pengamatan GMT dan tidak ada yang menyebutkan bahwa ada pengunjung asing yang membatalkan kedatangannya," ujarnya.

Ada sejumlah titik pemantauan GMT di Sulteng yakni di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabuaten parigi Moutong, Kabupaten Poso, Tojo Unauna dan Kabupaten Banggai. Namun kunjungan terbanyak ada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Di dua daerah ini, ada empat titik pemantauan yakni di kawasan Pantai Talise, Kota Palu, serta Desa Ngatabaru, Matantimali dan Pakuli, Kabupaten Sigi.

"Untuk lokasi pengamatan di Desa Ngatabaru, itu dikelola Inerstellar, PTe.LTd, sebuah perusahaan event organizer internasional dari Singapura, Interstellar bekerja sama Hasan Bahasuan Institute (HBI) Palu dengan menjual tiket untuk menyaksikan festival GMT di Desa Ngatabaru," ujarnya dan menambahkan bahwa pengunjung asing di Ngatabaru yang telah membeli tiket mencapai 3.000-an orang terdiri dari pencinta gerhana (eclipse hunter), fotografer dan wisatawan.

Terkait Gerakan Aksi Sapta Pesona yang diluncurkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Sitti Norma mengemukakan bahwa gerakan yang melibatkan 250-an warga ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan peran aktif masyarakat dalam menyukseskan iven wisata GMT.

Acara ini diwarnai lomba dayung tradisional, peluncuran mobil Palu City Tour yang diinisiasi oleh Asosiasi General Manager hotel-hotel di Kota Palu bekerjasama dengan Babussalam Tour and Travel dan Shark Diving Club (klub selam) Pangkalan TNI AL Palu.

"Momen-momen seperti GMT, Insya Allah akan membuat Sulawesi Tengah semakin dikenal luas masyarakat baik dalam maupun luar negeri," kata Gubernur Longki Djanggola.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026