
Gubernur: Banjir Parigi Peringatan Untuk Semua

....kawasan hutan di daerah Parigi Selatan sudah banyak yang rusak terutama akibat perambahan untuk membuka lahan perkebunan."
Palu -Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola mengatakan bahwa banjir bandang yang melanda Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, merupakan ujian dari Allah SWT sekaligus peringatan bagi semua pihak agar lebih ramah terhadap lingkungan alam sekitar.
"Hendaknya kita tabah menghadapi ujian ini dan tidak saling menyalahkan namun berinstrospeksi," katanya saat memberi sambutan setelah menunaikan shalat Jumat bersama para korban bencana banjir di Masjid Nurul Huda, Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Jumat.
Gubernur Longki Djanggola yang didampingi Danrem 132/Tadulako Kol Inf Marga Taufiq, Kepala Dinas PU Sulteng Syaifullah Djafar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bartolomeus Tandigala dan Karo Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng Andi Syahrul Yotolemba meninjau dari dekat lokasi banjir bandang Parigi Selatan.
Sebelum mendarat di Desa Boyantongo, gubernur dan rombongan yang menggunakan pesawat helikopter dari Bandara Mutiara Palu, menyusuri hutan-hutan yang menjadi daerah tangkapan air sejumlah sungai yang mengalir di daerah Parigi Selatan.
Gubernur melakukan peninjauan kawasan hutan tersebut karena banjir bandang Parigi Selatan pada Sabtu (25/8) malam itu membawa puluhan ribu meter kubik material berupa kayu-kayu gelondongan besar dan kecil yang menutupi badan jalan, sawah dan saluran irigasi, merobohkan tiang-tiang listrik serta menyapu dan menimbun rumah-rumah penduduk.
Air deras yang membawa ribuan meter kubik kayu gelondongan itu juga menghantam jembatan Boyantongo di jalur Trans Sulawesi sehingga rangka baja jembatan itu sepanjang sekitar 120 meter terseret sekitar 20 meter dari tempatnya menyebabkan lalu lintas di jalan nasional ini putus hingga saat ini.
Karo Humas Syahrul Yotolemba yang menyertai rombongan gubernur mengakui bahwa kawasan hutan di daerah Parigi Selatan sudah banyak yang rusak terutama akibat perambahan untuk membuka lahan perkebunan.
Gubernur Longki Djanggola di depan para jamaah, seperti dikutip Karo Humas Syahrul Yotolemba, meminta para korban untuk tabah menghadapi cobaan ini dan pemerintah akan berusaha untuk segera memulihkan situasi di daerah itu.
Prioritas utama, kata mantan Bupati Parigi Moutong itu, adalah menangani dengan baik para pengungsi yang kehilangan rumahnya karena bencana tersebut serta memulihkan akses transportasi terutama jembatan di Boyantongo agar lalu lintas di Trans Sulawesi segera pulih lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulteng Ir Nahardi kepada wartawan mengatakan, banjir di Parigi Selatan disebabkan permabahan hutan yang meluas oleh rakyat untuk membuka kebun kakao, bukan karena pembalakkan liar (illegal logging).
Menurut dia, perambahan hutan untuk perkebunan rakyat ini marak karena aparat desa yang diketahui camat setempat terlalu banyak menerbitkan surat keterangan penguasaan tanah (SKPT) sebagai dasar penerbitan sertifikat atas sebidang lahan untuk perkebunan baru.
"Jadi saya harap ke depan, pemerintah setempat mengendalikan bahkan menghentikan penerbitan SKPT untuk pembukan lahan baru," ujarnya. ***3***
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
