
BKPRS Dukung Penetapan KEK Palu

"Sesama kota boleh-boleh saja saling mendahului tetapi tidak boleh saling menghalangi," ujar Anwar berkelakar dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I Kemenko Perekonomian dan puluhan pengusaha dalon investor di KEK Palu itu.
Palu - Ketua Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) H Anwar Adnan Saleh menyatakan bahwa seluruh gubernur di Sulawesi mendukung penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dan Bitung.
"Kedua calon KEK ini dengan keunggulannya masing-masing, sangat strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan Sulawesi," kata Gubernur Sulawesi Barat itu usai mengikuti pemaparan Wakil Wali Kota Palu Mulhanan Tombolotutu soal rencana pengembangan Kawasan Industri Palu (KIP) menjadi KEK di Palu, Rabu.
Ia berharap, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah tidak dalam posisi bersaing untuk memperebutkan status KEK untuk daerahnya masing-masing karena keduanya memiliki keunggulan yang berbeda dan dibutuhkan di kawasan.
"Sesama kota boleh-boleh saja saling mendahului tetapi tidak boleh saling menghalangi," ujar Anwar berkelakar dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I Kemenko Perekonomian dan puluhan pengusaha dalon investor di KEK Palu itu.
Anwar juga berharap Kemenko Perekonomian khususnya Ketua Harian Dewan Nasional KEK Lucky Leo yang hadir pada pertemuan itu agar mengakomodasi kedua KEK karena keduanya telah memenuhi syarat yang ditetapkan.
"Saya bahkan menawarkan kawasan Mamuju Utara yang sedang berkembang menjadi kawasan industri minyak goreng dan perikanan masuk dalam KEK Palu. Sulbar sendiri sebagai provinsi bungsu di Sulawesi akan mengikut dari belakang pada kemajuan Sulteng dan Sulut yang bakal memiliki KEK," jarnya.
Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Harian Dewan Nasional KEK Lucky Leo mengatakan bahwa KEK Palu dan Bitung diharapkan bisa ditetapkan pada rapat Dewan Nasional KEK yang dipimpin Menko Perkeonomian hatta Rajasa pada 5 September 2012.
"Kedua calon KEK ini sudah memenuhi syarat bahkan menjadi calon KEK dengan point tertinggi dari lima calon KEK di kawasan timur Indonesia," ujarnya.
KEK Palu itu meliputi kawasan inti seluas 1.500 hektare di Kecamatan Palu Utara yang sejak beberapa tahun terakhir telah beroperasi sebagai Kawan Industri Palu (KIP).
Pemkot Palu telah menglokasikan dana APBD miliaran rupiah untuk membangun infrastruktur dasar dan telah ada 57 peminat investasi yang terdaftar bila KIP menjadi KEK.
Sejumlah pengusaha yang akan beinvestasi itu juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk konsorsium yang akan berkembang menjadi Badan Pengelola KEK dengan komitmen akan mengivestasikan dana mereka senilai Rp2,3 triliun mengembangkan KEK dalam tiga tahun pertama.
Komoditi unggulan yang akan dikembangkan di KEK Palu adalah industri pengolahan kakao, rotan, rumput laut, karet, karbon aktif, pakan ternak dan ikan, minyak goreng dari kelapa sawit, industri terintegrasi berbahan baku kelapa dalam, pengalengan ikan dan daging, serta packing dan labelling.
Dari segi intrastruktur ekonomi, KEK Palu didukung dengan pelabuhan laut Pantoloan, bandara Mutiara Palu, jalan raya Palu-Parigi yang sedang dikembangkan menjadi jalan bebas hambatan, pembangkit listrik Sulewana 200 MW yang akan beroperasi akhir 2012 serta sarana air bersih berkapasitas 5.000 liter perdetik yang sedang dibangun Pemkot Palu.(R007)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
