
Vettel Menangi Grand Prix Korea

Yeongnam - Sebastian Vettel menggeser Fernando Alonso di puncak klasemen kejuaraan dunia pada Minggu, ketika pebalap Red Bull itu memimpin dari tikungan pertama untuk memenangi Grand Prix Korea.
Dengan empat balapan tersisa yang akan dimulai di India pada dua pekan mendatang, Vettel, juara bertahan yang mengincar gelar ketiganya secara berturut-turut, memuncaki klasemen dengan koleksi 215 poin. Alonso, yang finish di posisi ketiga, mengumpulkan 209 poin.
Ini merupakan kemenangan ketiga bagi pebalap Jerman 25 tahun itu dalam tiga balapan, dan ia sekarang akan difavoritkan untuk kembali merebut mahkotanya, dalam musim yang yang sulit diprediksi ini.
Menempati urutan kedua di Yeongnam yang dingin namun cerah ini adalah rekan setim Vettel Mark Webber, yang memulai balapan dari posisi terdepan. Ini merupakan pertama kalinya Red Bull menempati peringkat satu dan kedua pada musim ini.
Rekan Alonso di Ferrari Felipe Massa, yang menempati peringkat kedua di Suzuka tujuh hari yang lalu, meneruskan kebangkitannya dengan finish di peringkat keempat. Lewis Hamilton, yang masih menyimpan sedikit asa pada Grand Prix ini, finish di peringkat kesepuluh.
Urutan kelima ditempati Kimi Raikkonen dari Lotus, diikuti oleh Hulkenberg dari Force India. Romain Grosjean (Lotus), Jean-Eric Vergne, Daniel Ricciardo (keduanya dari Toro Rosso), dan Hamilton menempati urutan sepuluh besar sisanya.
Vettel, yang memulai balap dari urutan kedua di belakang Webber, melesak ke depan rekan setimnya di tikungan pertama. Di belakang mereka, Alonso dan Hamilton berduel untuk mengisi peringkat ketiga, di mana pebalap Spanyol itu berhasil menjadi pemenang.
Akhir pekan buruk bagi Jenson Button terjadi ketika balapan dimulai. Start bagusnya dari urutan ke-11 berantakan ketika Kamui Kobayashi menabraknya dari samping, dan menghancurkan suspensinya.
"Saya ditabrak Kobayashi. Betapa bodohnya!" kata pebalap McLaren dan juara dunia 2009 itu melalui radio tim.
Pebalap lain yang tersingkir, tidak lama kemudian, adalah Nico Rosberg, yang mobil Mercedesnya mengalami insiden serupa. Pebalap Sauber Kobayashi, yang menduduki peringkat ketiga pada balapan di Jepang pada pekan lalu, harus masuk pit untuk mengganti hidung dan ban baru.
Ia kemudian mendapat penalti harus berkendara dengan pelan karena menyebabkan insiden di awal balapan, dan setelahnya harus meninggalkan lomba ketika Sauber memutuskan kerusakan di mobilnya terlalu parah.
Tim Sauber menulis pesan di Twitter sebelum balapan berakhir, "Kamui mengatakan empat mobil berada saling bersebelahan setelah start, ia tidak memiliki celah untuk pergi dan hanya hanya dapat mengerem. Ia sangat menyesal atas apa yang terjadi pada Jenson dan Nico."
Vettel, yang sedang berada dalam performa terbaiknya setelah meraih kemenangan pada dua balapan terakhir, di Singapura dan kemudian Jepang pada pekan lalu, benar-benar menguasai balapan. Webber - disengaja atau tidak - menjadi penghalang antara pemimpin balapan dengan para pengejarnya.
Kedua pebalap Red Bull itu bergantian menjadi pebalap tercepat di depan penonton yang ramah - dua balapan di Yeongnam sebelumnya gagal untuk menarik para penonton - sedangkan Massa kemudian menyingkirkan Hamilton.
Vettel menghadapi momen mendebarkan pada lap ke-35 dari 55 lap, ketika ia melaju dengan melebar, sebelum masuk pit untuk mengganti ban dengan ban yang lembut. Ban-ban itu cepat terkikis pada akhir balapan, di mana seorang anggota tim berkali-kali memperingatkannya untuk "hati-hati" pada roda-roda depannya.(ANTARA/AFP/H-RF/SKD)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
