
Pemkot-Palu dorong sekolah tanamkan budaya menabung sejak dini

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mendorong sekolah untuk menanamkan budaya menabung sejak dini melalui program tabungan pelajar guna membangun literasi keuangan dan karakter peserta didik.
“Dana itu nantinya disetorkan ke bank dan buku tabungannya diberikan kepada siswa. Tabungan tersebut dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolahnya. Ini untuk mengajarkan anak-anak kita hidup hemat dan menyiapkan masa depan mereka,” kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dalam keterangannya di Palu, Senin.
Ia menyampaikan hal itu saat melantik 11 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Palu yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti.
Wali Kota menginstruksikan seluruh sekolah mulai menerapkan program tabungan pelajar dengan nominal Rp2.000 per hari bagi setiap siswa.
Menurut dia, program tersebut bertujuan membiasakan peserta didik mengelola keuangan secara sederhana sejak usia sekolah sekaligus menumbuhkan budaya hidup hemat serta memberikan bekal keuangan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolahnya.
Ia juga menegaskan akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik.
Selain budaya menabung, wali kota mendorong pemanfaatan layanan Bus Transpalu oleh para pelajar. “Bus Transpalu sangat efektif dan gratis bagi para pelajar. Mari manfaatkan fasilitas ini,” katanya.
Ia juga meminta seluruh sekolah membangun budaya hidup bersih dan disiplin melalui berbagai program kebersihan lingkungan sekolah.
Menurut dia, pembentukan karakter siswa harus dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.
“Dengan mengajarkan hidup bersih, kita sedang membangun mentalitas anak-anak kita. Karena itu saya berharap seluruh sekolah di Kota Palu mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan keagamaan melalui kegiatan iman dan takwa (Imtaq) setiap hari Jumat.
“Pastikan kegiatan Imtaq berjalan dengan baik setiap Jumat. Fokuskan hari Jumat sebagai hari pembinaan iman dan takwa bagi anak-anak kita. Jadikan ini sebagai momentum pembentukan karakter generasi masa depan Kota Palu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta seluruh kepala sekolah mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara cerdas, transparan, dan akuntabel.
Menurut dia, pengelolaan dana BOS harus melibatkan seluruh unsur sekolah dalam mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan, dan melaksanakan program.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kepala sekolah bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan pemimpin yang bertanggung jawab membina guru, peserta didik, dan seluruh unsur di lingkungan sekolah.
Wali Kota juga meminta para kepala sekolah membangun komunikasi yang baik, mengedepankan pendekatan kekeluargaan tanpa mengabaikan profesionalitas.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
