Logo Header Antaranews Sulteng

BNPB ambil alih penanganan bencana gempa bumi di Sigi

Jumat, 19 Juni 2026 18:45 WIB
Image Print
Kepala BNPB Suharyanto didampingi Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae dan Pangdam Palaka Wira melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil alih komando penanganan bencana gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Jadi Bupati Sigi sudah menetapkan status tanggap darurat artinya pemerintah pusat melalui BNPB mengambil alih komando dan akan memimpin serta membantu semaksimal mungkin," kata Kepala BNPB Suharyanto saat kunjungan di Kabupaten Sigi, Sulteng, Jumat.

Ia mengemukakan saat ini pihaknya masih menunggu data dari pemerintah Kabupaten Sigi terkait data kerusakan rumah warga di Desa Kamarora Kecamatan Nokilalaki.

"Untuk rumah rusak berat sudah ada kesepakatan kita akan bangunkan hunian sementara (Huntara), kemudian juga kami tawarkan yang tidak mau masuk huntara diberikan dana tunggu hunian, pola ini sama seperti di tempat-tempat lain kalau terjadi bencana," ucapnya.

Ia menuturkan sebagian masyarakat terdampak di wilayah tersebut terkait masalah logistik dasar sudah terpenuhi.

"Tidak ada keluhan masalah logistik dasar, Alhamdulillah semuanya terpenuhi, artinya pemerintah daerah sudah bergerak cepat, tinggal pemerintah pusat ini mempertebal penanganan bencana di Kabupaten Sigi," sebutnya.

Menurut dia, permintaan masyarakat agar infrastruktur seperti rumah ibadah yakni masjid dan gereja bisa segera diperbaiki.

"Hasil dialog dengan masyarakat, tidak ada keluhan yang minta kebutuhan dasar. Justru mereka menanyakan kebutuhan sekunder seperti tempat ibadah, padahal itu kebutuhan sekunder sehingga kami segera bangun gereja sementara di Nokilalaki," kata dia.

Suharyanto menyebutkan pembangunan gereja sementara mulai dibangun Minggu (21/6) mendatang dengan bangunan semi permanen.

"Pembangunan rumah ibadah ini untuk gereja dan masjid dengan atapnya seng, dindingnya GRC, bawahnya semen serta ukurannya sesuai dengan kebutuhan di tempat ibadah," ujarnya.

Berdasarkan data per 19 Juni, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.585 Kepala Keluarga (KK) dengan 7.821 jiwa di Kabupaten Sigi.

Rumah di Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan juga menjadi 2.137 unit terdiri rusak ringan 1.917 unit, rusak sedang 147 unit, dan rusak berat 73 unit yang tersebar di 39 desa.

Diketahui BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026