Logo Header Antaranews Sulteng

Rumah Literasi Sidaya IMIPjadi ruang edukasi kreatif bagi anak di Bahodopi

Sabtu, 27 Juni 2026 12:05 WIB
Image Print
Rumah Literasi Sidaya milik PT IMIP yang menjadi wadah pembelajaran nonformal dan ruang kreativitas bagi anak-anak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto : ANTARA/HO/ (Dokumentasi imip)

Morowali (ANTARA) - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmennya di bidang pendidikan melalui program Rumah Literasi Sidaya yang menjadi wadah pembelajaran nonformal dan ruang kreativitas bagi anak-anak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Education Program Staff CSR Department PT IMIP, Agista Ayu Tansyania, di Morowali, Jumat, mengatakan kehadiran Rumah Literasi Sidaya memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengarahkan anak-anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

"Dulu orang tua bingung di mana keberadaan anak mereka setelah pulang sekolah. Sekarang banyak yang langsung mencarinya ke rumah literasi. Mereka tahu anaknya sedang berkegiatan positif bersama kami di sini," ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut lahir dari hasil asesmen lapangan Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) IMIP pada 2023 di Kecamatan Bahodopi. Berdasarkan masukan masyarakat dan para guru, perusahaan kemudian menyusun kurikulum pembelajaran nonformal yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Rumah Literasi Sidaya yang berada di Desa Labota kini menjadi pusat aktivitas pendidikan dan kreativitas bagi anak-anak, baik yang masih bersekolah maupun yang tidak lagi menempuh pendidikan formal.

Hingga pertengahan 2026, program itu telah diperluas ke Desa Bahomakmur dan Sombori. Kurikulum yang diterapkan meliputi pembelajaran bahasa asing, yakni Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris, serta kelas seni seperti musik dan tari tradisional.

Khusus di Rumah Literasi Sombori, kata Agista, kurikulum difokuskan pada program calistung atau baca, tulis dan hitung bagi anak-anak hingga orang dewasa sebagai upaya mengentaskan buta aksara di wilayah tersebut.

Menurut dia, rendahnya minat baca di sebagian masyarakat juga menjadi perhatian perusahaan. Untuk itu, Tim CSR IMIP menghadirkan inovasi berupa hari baca mingguan guna menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

"Di Rumah Literasi, anak-anak tidak hanya belajar. Mereka berdiskusi dan saling memberi masukan. Ini membuka cakupan relasi dengan anak-anak dari sekolah lain, sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih berani dan terbuka," katanya.

Melalui program Rumah Literasi Sidaya, PT IMIP berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026