Logo Header Antaranews Sulteng

Erdogan serukan kesepakatan AS-Iran tidak digangu

Kamis, 9 Juli 2026 11:55 WIB
Image Print
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden AS Donald Trump—yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Turkiye menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintahan NATO ke-36 di Ankara—dengan upacara resmi di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 7 Juli 2026. ANTARA/TUR Presidency/Murat Cetinmuhurdar - Anadolu Agency /pri.

Ankara (ANTARA) - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar tindakan dan provokasi yang berpotensi mengganggu kesepakatan yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran harus dicegah.

Erdogan mengatakan hal itu dalam pertemuannya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ankara, Turkiye.

"Kita perlu bersikap hati-hati untuk mencegah tindakan dan provokasi yang dapat merusak kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Turkiye akan terus berupaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan," kata Erdogan sebagaimana dikutip kantor kepresidenannya.

Sebelumnya, Rabu dini hari (8/7), pasukan AS melancarkan serangkaian serangan ke Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim operasi militer itu dilakukan sebagai aksi balasan atas serangan yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump pun mengatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.

Iran pun menuduh AS melanggar nota kesepahaman mereka dan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan milik AS di Bahrain dan Kuwait.

Menurut Kantor Kepresidenan Turkiye, pertemuan antara Erdogan dan Merz itu membahas hubungan bilateral antara Turkiye dan Jerman, serta soal berbagai isu regional dan internasional terkini.

Sumber : Sputnik/Ria Novosti





Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026