Logo Header Antaranews Sulteng

Iran tegaskan tetap jadi penjaga Hormuz usai ancaman biaya Trump

Selasa, 14 Juli 2026 09:40 WIB
Image Print
Arsip foto - Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, ibu kota Iran, pada 8 Maret 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency / pri.

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (13/7), mengatakan bahwa Teheran akan tetap menjadi "penjaga" Selat Hormuz, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan biaya pada pelayaran di jalur air strategis tersebut.

"Presiden AS benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini," kata Araghchi di akun X.

"Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA," tambahnya.

Trump mengatakan pada Senin pagi bahwa AS akan memblokade Iran di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya 20 persen kepada kapal-kapal untuk jalur yang aman.

"20 persen tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil," kata Araghchi.

Ketegangan meningkat antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Sumber: Anadolu




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026