Logo Header Antaranews Sulteng

BMKG ingatkan warga Sulteng ancaman karhutla dampak El Nino

Selasa, 11 Agustus 2026 15:54 WIB
Image Print
Forecaster BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu Fathan Labanu memperlihatkan kondisi cuaca di Sulawesi Tengah sudah memasuki musim kemarau, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Rifki Hasan

Kota Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino di Sulawesi Tengah.

"Berdasarkan kondisi cuaca sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah berada pada kondisi di mana pertumbuhan awan tidak tumbuh begitu maksimal," kata Forecaster BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu Fathan Labanu di Palu, Selasa.

Ia mengemukakan saat ini kondisi cuaca di 13 kabupaten dan kota di Sulteng lebih kering karena tidak adanya pertumbuhan awan, sehingga kelembapan juga berkurang.

Dia menyebut prakiraan musim kemarau terjadi sampai dengan akhir 2026.

Pantauan suhu di Kota Palu saat ini berkisar 22 derajat Celsius pada malam hari dan 36 derajat Celsius pada siang hari.

Ia menjelaskan suhu 36 derajat Celsius di Sulteng masih dalam kondisi normal.

"Untuk wilayah Sulawesi Tengah sejak awal Juli hingga Agustus sudah memasuki musim kemarau," kata dia.

Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sulteng berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi selama 9-15 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil analisis Fire Danger Rating System (FDRS), BMKG mencatat tingkat kemudahan bahan bakar ringan di permukaan tanah atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) berada di atas 82 pada seluruh 13 kabupaten/kota selama 9-15 Agustus 2026.

Nilai tersebut menunjukkan bahan bakar ringan seperti alang-alang dan dedaunan berada dalam kondisi kering dan mudah terbakar. Buol mencatat nilai FFMC tertinggi, yakni 92 pada 15 Agustus, sedangkan Parigi Moutong, Poso, dan Banggai Laut masing-masing 91.

Fire Weather Index (FWI) yang menunjukkan potensi intensitas api apabila terjadi kebakaran mencapai nilai tertinggi di Banggai Laut 30 dan Banggai Kepulauan 29.

Banggai mencatat nilai FWI 24, Buol dan Poso masing-masing 22, Tojo Una-Una 21, Morowali 19, Tolitoli 17, sedangkan Morowali Utara, Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi masing-masing 15.



Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026