Logo Header Antaranews Sulteng

Koalisi Pasukan Palestina "Warning" Teroris

Kamis, 3 Januari 2013 11:46 WIB
Image Print
Ilustrasi (reuters)

Damaskus (antarasulteng.com) - Koalisi Pasukan Palestina pada Rabu menegaskan seruannya untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri Suriah dan mencegah rakyat Palestina dari terlibat dalam krisis di negara itu.

Dalam satu pernyataan, koalisi menekankan perlunya bekerja sama dengan semua lembaga dan komisi yang bersangkutan untuk menangani tuntutan rakyat Palestina di Suriah di segala bidang, dan membuat komunikasi yang diperlukan untuk menghentikan dampak dari situasi berbahaya di Kamp al-Yarmouk, di Damaskus .

Pernyataan itu memperingatkan aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata di Kamp al-Yarmouk dan dampak mereka pada situasi warga Palestina di Suriah dan Palestina sendiri.

Pada pertengahan Desember, lebih dari 300 petempur dari kelompok garis keras, Front An-Nusra, Ahad pagi (16/12), menyusup ke kamp pengungsi Palestina, Yarmouk, di Ibu Kota Suriah --Damaskus, dan bentrok dengan komite lokal di sana.

Peristwa tersebut merenggut korban jiwa, menimbulkan kekacauan dan memicu gelombang orang menyelamatkan diri, demikian laporan media setempat.

An-Nusra, cabang dari Al Qaida di Irak, telah meningkatkan kehadirannya di daerah sekitar kamp tersebut selama beberapa hari belakangan dalam upaya menyerbunya, kata jaringan berita lokal, Ajel. Ditambahkannya, bentrokan sengit berkecamuk di kamp itu.

Komite lokal di kamp tersebut dikuasai oleh Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina --Komando Umum (PFLP-GC), pendukung kuat pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Beberapa sumber dan saksi mata mengatakan puluhan warga sipil dan anggota komite rakyat tersebut telah tewas dan cedera di kamp Yarmouk selama bentrokan itu. (Ant/SANA)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026