Logo Header Antaranews Sulteng

Indonesia Diharapkan Jadi Produsen Kakao Terbesar di Dunia

Senin, 14 Mei 2012 18:02 WIB
Image Print
Kakao siap panen.

Makassar - Produksi kakao nasional ditargetkan mencapai dua juta ton per tahun mulai 2020, dengan angka produksi tersebut Indonesia diharapkan akan menjadi produsen nomor satu kakao di dunia.

Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Ismadjaja Toengkagie di Makassar, Senin, mengatakan dengan total produksi 600 ribu ton per tahun, saat ini Indonesia produsen nomor tiga biji kakao di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

Kakao adalah komoditas perkebunan penghasil devisa terbesar setelah karet dan kelapa sawit yang mencapai 1,6 miliar dolar Amerika pada 2010.

Namun, Indonesia belum sepenuhnya berperan dalam memberikan penetapan harga acuan yang diakui pasar dunia. Padahal sebagai salah satu produsen dan eksportir utama komoditas kakao dunia, Indonesia berpeluang menjadi negara acuan.

Harga komoditas kakao, lanjut dia, saat ini masih mengacu pada Bursa Nybot (New York Board of Trade) sebagai basis penetapan harga kakao dunia.

Pihaknya berharap, dengan dilakukannya kontrak berjangka kakao seperti serah terima fisik perdana kontrak berjangka kakao antara PT Core Indonesia selaku penjual dan PT BT Cocoa Indonesia selaku pembeli yang difasilitasi Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) di Makassar hari ini, Indonesia akan menjadi barometer dalam perdagangan kakao dan menjadi harga acuan kakao dunia.

"Penyerahan fisik merupakan salah satu mekanisme penyelesaian transaksi atas kontrak berjangka selain mengambil posisi yang berlawanan (offseting), penyelesaian tunai (cash settlement) dan tukar fisik berjangka," tegasnya.

Keberadaan dua bursa berjangka di Indonesia memberi harapan positif bagi perkembangan transaksi perdagangan berjangka komoditas di negara ini.

Sepanjang 2011, volume transaksi mencapai 951.328 lot, meningkat 718.531 lot dibandingkan 2010 yang hanya mencapai 232.797 pada 2010.

Selain kakao, kontrak-kontrak berjangka multilateral yang telah mendapat persetujuan Bappebti dan telah diperdagangkan di JFX adalah Crude Palm Oil (CPO), Olein, Emas dan turunannya.(KR-RY)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026