
BPS Minta Petani Jujur Saat Sensus Pertanian

Kalau tidak jujur maka data yang dihasilkan akan menyesatkan."
Palu (antarasulteng.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah meminta petani jujur menjawab pertanyaan pencacah saat berlangsung Sensus Pertanian pada 1-31 Mei 2013.
Kepala BPS Sulawesi Tengah JB Priyono di Sigi, Kamis, mengatakan kebenaran jawaban tersebut akan turut membantu keberhasilan pembangunan.
"Kalau tidak jujur maka data yang dihasilkan akan menyesatkan. Jawablah apa adanya," katanya usai panen raya padi sawah di Desa Sidondo III, Kabupaten Sigi.
Dia juga menyatakan proses permintaan data tersebut tidak dipungut biaya sama sekali karena semua telah dibiayai oleh pemerintah.
Di Sulawesi Tengah sendiri terdapat 3.021 pencacah yang terlibat dalam Sensus Penduduk 2013. Sensus tersebut akan berlangsung serentak selama satu bulan secara nasional.
Jumlah pencacah tersebut sudah termasuk koordinator yang akan terbagi dalam 753 tim di 10 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
Sulawesi Tengah sendiri memiliki 166 kecamatan, dan 1.815 desa.
Rencananya apel siaga persiapan Sensus Pertanian akan dilaksanakan di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada 8 Maret 2013.
Dari 3.021 pencacah tersebut, Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah terbesar untuk disurvei karena BPS menerjunkan 484 petugas di 22 kecamatan dan 108 desa.
Sensus Pertanian 2013 adalah yang ke enam selama kurun waktu lima puluh tahun terakhir.
Priyono mengatakan manfaat sensus pertanian itu antara lain sebagai bahan perencanaan, implementasi kebijakan dan evaluasi program pembangunan pertanian, baik bagi pemerintah, perguruan tinggi maupun para pelaku bisnis di sektor pertanian. (R026)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
