
Pemerintah Perlu Dorong Petani Tanam Bawang Putih

"Dataran Napu sangat memungkinkan jadi lokasi budidaya bawang putih," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Sulteng Ir Muchlis Labanu
Palu (Antarasulteng.com) - Pemerintah perlu mendorong kembali petani untuk menanam komoditi bawang putih secara besar-besaran guna mengurangi ketergantungan pada tanaman hortikultura impor.
"Kalau petani tidak digairahkan kembali mengembangkan komoditi itu, maka kita akan selalu tergantung kepada produk impor," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Sulawasi Tengah, Muchlis Labanu di Palu, Jumat.
Seperti halnya pemerintah gencar membudidayakan pangan dan daging, demikian pula halnya dengan bawang putih.
Menurut dia, Indonesia beberapa tahun silam sempat memproduksi bawang putih dalam jumlah besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini produksi bawang putih dalam negeri semakin menyusut, sementara bawang impor justru terus meningkat.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian pada 1998 luas areal bawang putih di tanah air mencapai 250 ribu hektare. Kini tinggal sekitar 25.000 hektare.
Penyusutan yang sangat drastis sehingga sudah saatnya pemerintah untuk kembali memperluas areal dan produksi bawang putih seperti halnya yang terjadi pada komoditas pangan dan daging.
Khusus di Sulteng, kata Muchlis belum pernah dicoba budidaya bawang putih. Padahal ada beberapa wilayah seperti Dataran Napu di Kabupaten Poso yang cukup berpotensi dijadikan lokasi pengembangan bawang putih.
Dataran Napu yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Palu dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor dan mobil selama empat jam berada pada ketinggian diatas 1.000 meter dari permukaan laut.
Lagi pula Dataran Tinggi Napu memiliki suhu yang cocok untuk pengembangan komoditas hortikultura. "Hanya saja khusus budidaya bawang putih belum pernah dilakukan petani di Dataran Napu," katanya.
Selama ini yang sudah dikembangkan di Dataran Tinggi Napu adalah komoditas hortikultura seperti tomat, cabai, kubis, sawi, terong, kentang, wortel, bawang merah dan labu.
Hasil panen petani di sana selama ini di pasarkan ke Palu dan sebagian lagi dijual ke Kalimantan Timur (Kaltim) guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Pantaun di Pasar Masomba Palu, harga bawang merah saat ini berkisar Rp38.000,00 per kilogram dan bawang putih berkisar Rp58.000,00 sampai Rp60.000,00 per kilogram.
Dalam kondisi normal harga bawang putih di pasaran setempat hanya berkisar Rp20.000 per kilogram dan bawang merah Rp15.000,00 per kilogram.
Kenaikkan harga bawang yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia, erat kaitanya dengan pasokan bawang putih impor terlambat, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Solusi yang paling tempat untuk mengatasi ketergantungan pada impor, pemerintah pusat dan daerah harus kembali menggairahkan petani untuk mengembangkan tanaman bawang putih. (BK03)
Pewarta : Oleh Anas Masa
Editor:
Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026
