Logo Header Antaranews Sulteng

Kurs Rupiah Stagnan ISHG Melemah

Senin, 1 April 2013 13:08 WIB
Image Print
Situasi pasar uang dalam transaksi antarbank di Jakarta (ANTARA/Rosa Panggabean)
(IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 13,86 poin seiring minimnya sentimen positif."

Jakarta (antarasulteng.com) - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp9.712 per dolar AS.

"Ditutupnya sebagian besar pasar untuk liburan Paskah membuat pergerakan mata uang cenderung terbatas," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan pergerakan mata uang juga masih dibayangi kekhawatiran kerugian yang diderita oleh nasabah bank-bank Siprus yang kemungkinan juga akan dialami nasabah perbankan negara kawasan Eropa lainnya.

Selain itu, lanjut dia, sentimen pasar keuangan juga dibayangi oleh ancaman Korea Utara, yang telah menempatkan unit rudalnya pada posisi siaga untuk menyerang pangkalan militer AS di Korea Selatan dan Pasifik.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan mengalami pelemahan seiring ekspektasi pelaku pasar uang terhadap neraca perdagangan yang masih defisit.

"Defisit diperkirakan masih terjadi seiring dengan harga komoditas yang belum stabil," katanya.

Ia menambahkan sentimen eksternal juga masih cenderung negatif terutama dari Eropa. Bank-bank di Portugal, Spanyol, dan Italia kemungkinan mengalami kesulitan dana pihak ketiga menyusul kekhawatiran pemangkasan deposito di Cyprus akan diikuti negara-negara Eropa.

"Pekan ini sentimen positif masih cenderung minim bagi pasar uang," katanya.

IHSG Melemah 13,86 Poin

Sementara itu indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 13,86 poin seiring minimnya sentimen positif.

IHSG BEI dibuka turun 13,86 poin atau 0,28 persen ke posisi 4.927,12, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,47 poin (0,41 persen) ke level 833,40.

Pelemahan indeks BEI juga dipicu dari faktor teknikal menyusul penguatan yang sudah cukup signifikan dalam empat hari terakhir sebesar 4,5 persen yang mengakibatkan rawan aksi ambil untung (profit taking).

Selain itu, mulai berakhirnya sentimen kinerja pada 2012 dan juga sentimen pembagian dividen terutama dari sektor perbankan akan turut menjadikan IHSG BEI terkoreksi hari ini.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan penguatan indeks BEI hari ini dibayangi oleh pergerakan bursa regional yang sebagian melemah akibat data penjualan rumah di AS yang mengalami penurunan.

Ia memperkirakan mengawali pekan ini IHSG BEI akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.920-4.960 poin.

Bursa regional di antaranya indeks Hang Seng melemah 165,19 poin (0,74 persen) ke level 22.299,63, indeks Nikkei-225 turun 122,65 poin (0,99 persen) ke level 12.275,26, Straits Times menguat 0,94 poin (0,03 persen) ke posisi 3.309,04. (KR-ZMF)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026