Logo Header Antaranews Sulteng

Kesadaran Masyarakat Terhadap HIV/AIDS Terus Meningkat

Sabtu, 26 Mei 2012 20:55 WIB
Image Print
Salah satu kegiatan renungan bahaya HIV/AIDS di Kota Palu.(Fiqman Sunandar)
"Bahkan saat hari-hari biasa pun mereka menggelar aksi untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS," kata Ricky.

Palu - Aktivis Komunitas Peduli AIDS Sulawesi Tengah menilai kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS terus meningkat sehingga diharapkan kasus penyakit mematikan itu bisa dikurangi.

Aktivis KPA Sulawesi Tengah Ricky Lahia di Palu, Sabtu, mengatakan masyarakat dan pelajar saat ini gencar melakukan sosialisasi penaggulangan HIV/AIDS di Sulawesi Tengah.

Pelajar dan masyarakat sering mengadakan renungan untuk memperingati Hari AIDS Internasional.

"Bahkan saat hari-hari biasa pun mereka menggelar aksi untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS," kata Ricky.

Dia mengatakan kondisi tersebut sangat positif karena saat ini masih banyak masyarakat yang masih buta terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.

Saat ini KPA Sulawesi Tengah juga mengupayakan terbukanya akses informasi yang seluas-luasnya guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS.

Menurut dia perlu dipahami masyarakat saat ini adalah tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS. "Yang dihindari adalah penyakitnya bukan penderitanya," katanya.

Kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2009 kasus HIV/AIDS tercatat sebanyak 107 kasus, pada 2010 sebanyak 151 kasus, sedangkan pada 2011 tercatat sebanyak 218 kasus yang tersebar di 10 kabupaten dan satu kota.

Pada 2011, sebanyak 60 orang di Sulawesi Tengah meninggal dunia karena HIV/AIDS.

Penyakit mematikan ini pertama kali ditemukan di Sulawesi Tengah pada 2003.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sulwesi Tengah Baharuddin HT secara nasional sebanyak 50 persen korban HIV/AIDS adalah masyarakat berusia 20-29 tahun, dan sekitar 30 persen di antaranya berusia 30-39 tahun.

Olehnya, dia mengajak kepada masyarakat untuk tidak menjauhi penderita HIV/AIDS agar mereka tetap bisa bekerja layaknya manusia normal lainnya.

Menurutnya penderita HIV/AIDS harus diberi dorongan dan semangat agar tetap produktif.

Ia mengatakan penyakit HIV/AIDS tidak menular melalui berpelukan, berjabat tangan, atau mengobrol. "Kalau cuma berbicara dan memberi semangat, tidak akan tertular," katanya.(R026)



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026