
Tanker BBM Terlambat Masuk Palu

Palu (antarasulteng.com) - Kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak bersubsidi untuk Kota Palu dan sekitarnya terlambat datang sekitar delapan jam sehingga menyebabkan terjadinya atrean di tempat pengisian bahan bakar umum, kata seorang pejabat setempat.
"Saya masih di Jakarta, saya sudah telepon ke Pertamina. Pasokan hari ini agak terlambat karena kapal terlambat masuk," kata Asisten II Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah, Bunga Elim Somba Elim Somba saat dihubungi dari Palu terkait kelangkaan BBM di Palu, Jumat (31/5).
Dia mengatakan kapal yang dijadwalkan harus sandar di dermaga Depot Pertamina Donggala pagi hari, ternyata baru bisa berlabuh sekitar pukul 14.00 WITA.
"Alasannya karena cuaca buruk," kata Elim.
Dia mengatakan dalam beberapa hari terakhir memang terjadi pengurangan suplai dari Depo Pertamina sehingga terjadi kepanikan di tengah masyarakat.
Elim mengatakan diduga ada aktivitas spekulasi atas pembelian bahan bakar minyak jenis premium dan solar sehingga terjadi peningkatan kebutuhan setiap harinya.
"Ini kemungkinan ada pihak yang berspekulasi membeli dalam jumlah banyak makanya stok kita terganggu," katanya.
Elim mengatakan dengan masuknya kapal pengangkut BBM tersebut stok BBM untuk beberapa hari ke depan cukup.
Sebelumnya, Elim mengatakan regulasi distribusi bahan bakar minyak saat ini sudah diatur sedemikian rupa untuk menjaga kemungkinan penyalahgunaan dan menjamin stok tetap aman.
"Pemerintah daerah yang mengatur kuotanya. Pertamina dan Hiswana Migas hanya mendistribusi," katanya.
Elim meminta partisipasi masyarakat agar sama-sama mengawasi distribusi BBM sehingga kuota untuk Sulawesi Tengah tetap cukup hingga akhir tahun nanti.
Sejumlah petugas SPBU di Palu mengatakan dalam sepekan terakhir jatah BBM dikurangi dari 24 ton premium per hari menjadi 16 ton per hari.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
