UGM Yogyakarta darurat kekerasan seksual
- 08 November 2018 16:05 WIB, 2018
Seorang aktivis organisasi perempuan membubuhkan tanda tangannya di spanduk pada Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (10/12/2021). Selain menyerukan dihentikannya kekerasan terhadap perempuan, kampanye 16 hari sejak 25 November 2021 itu juga mendesak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang telah masuk dalam Prolegnas 2021. ANTARA/Basri Marzuki
Seorang aktivis organisasi perempuan membubuhkan tanda tangannya di spanduk pada Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (10/12/2021). Selain menyerukan dihentikannya kekerasan terhadap perempuan, kampanye 16 hari sejak 25 November 2021 itu juga mendesak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang telah masuk dalam Prolegnas 2021. ANTARA/Basri Marzuki
ejumlah aktivis organisasi perempuan membawa spanduk pada Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (10/12/2021). Selain menyerukan dihentikannya kekerasan terhadap perempuan, kampanye 16 hari sejak 25 November 2021 itu juga mendesak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang telah masuk dalam Prolegnas 2021. ANTARA/Basri Marzuki