Bogota (antarasulteng.com) - Kelompok gerilyawan kiri Kolombia ELN pada Kamis membebaskan  seorang prajurit yang telah disandera sejak Mei, sebagai syarat untuk pembicaraan damai yang ditetapkan oleh Presiden Juan Manuel Santos, kata Palang Merah.
        
Kopral Carlos Fabian Huertas, "anggota dari Angkatan Bersenjata yang ditahan oleh Tentara Pembebasan Nasional (ELN) diserahkan  hari ini (Kamis) ke misi kemanusiaan" di daerah pedesaan dekat perbatasan dengan Venezuela, kata Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam sebuah pernyataan.
        
ICRC kemudian mengembalikan prajurit itu kepada tentara, katanya.
        
Huertas telah ditangkap oleh pemberontak di tengah bentrokan pada 22 Mei.
        
Pembebasan ini terjadi sehari setelah Presiden Santos mengatakan dia tertarik untuk memulai dialog dengan ELN, tetapi tidak akan mengadakan perundingan perdamaian apapun sampai kelompok itu telah melepaskan semua sandera dan menghentikan penculikan.
        
Pemerintah saat ini sedang dalam perundingan  dengan kelompok kiri pemberontak terbesar di negara itu, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, tetapi sejauh ini telah menolak tawaran untuk pembicaraan dengan ELN.
        
ELN, kelompok kiri  terbesar kedua dengan sekitar  2.500 pejuang, juga menahan  seorang insinyur Kanada, yang dibebaskan Santos setelah menyerukan secara khusus.
        
Jernoc Wobert, 47, diculik pada Januari bersama dengan dua warga Peru dan tiga Kolombia yang juga bekerja untuk pertambangan Braeval yang berbasis di Toronto, yang mencari emas dan perak di Kolombia utara.