Dinding Benteng Rotterdam Ditemukan
Senin, 16 September 2013 9:10 WIB
Benteng Rotterdam (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (antarasulteng.com) - Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar bersama Jurusan
Arkeologi Universitas Hasanuddin (Unhas) menemukan struktur dinding
selatan Benteng Rotterdam.
Asmunandar, arkeolog dari Unhas, Jumat mengatakan, dalam penggalian sehari, tim menemukan struktur pondasi benteng selatan yang diperkirakan berhubungan dengan benteng lain dalam lingkunganya.
Selain itu, juga ditemukan sejumlah barang peninggalan zaman Belanda dan Jepang di dalam tanah dan sebagian lainnya masih tertanam.
"Diperkirakan lokasi ini pernah dijadikan pos pada zaman Belanda dan Jepang karena bersinggungan dengan kanal di sebelahnya," tambah dia.
Berdasarkan hasil eskavasi (penggalian) struktur dinding selatan, diperkirakan benteng itu dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.
"Tahun lalu ini sudah diteliti. Berdasarkan peta zaman Belanda ada sebuah struktur benteng dan kanal sepanjang kurang lebih 14 meter. Setelah kami telusuri dan gali, ditemukan struktur bekas dinding benteng selatan yang sudah rubuh," kata Direktur Lapangan Prof Mundardjito, di sela-sela penggalian.
Mundardjito, Guru Besar Universitas Indonesia, yang dikenal sebagai Bapak Arkeologi Indonesia, mengatakan, dinding itu menggunakan batu andesit, dan diperkirakan dahulu berdiri sejajar dengan benteng yang lain
"Daerah ini pasti punya hubungan dengan dinding di sekitar benteng," ujarnya.
Dengan ditemukannya struktur dinding di dalam tanah yang sejajar, pihaknya akan melakukan kajian dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB) untuk membongkar dan menyusun ulang dengan tidak menghilangkan keasliannya sebagai kawasan cagar budaya.
"Tenaga-tenaga ahli akan di terjunkan terutama mahasiswa yang ada dibidangnya dalam hal pemugaran nanti. Jelas anggarannya melalui penyusunan RAB yang diajukan pada RAPBN di pusat sebagai bentuk kelestarian budaya," kataya.
Asmunandar, arkeolog dari Unhas, Jumat mengatakan, dalam penggalian sehari, tim menemukan struktur pondasi benteng selatan yang diperkirakan berhubungan dengan benteng lain dalam lingkunganya.
Selain itu, juga ditemukan sejumlah barang peninggalan zaman Belanda dan Jepang di dalam tanah dan sebagian lainnya masih tertanam.
"Diperkirakan lokasi ini pernah dijadikan pos pada zaman Belanda dan Jepang karena bersinggungan dengan kanal di sebelahnya," tambah dia.
Berdasarkan hasil eskavasi (penggalian) struktur dinding selatan, diperkirakan benteng itu dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.
"Tahun lalu ini sudah diteliti. Berdasarkan peta zaman Belanda ada sebuah struktur benteng dan kanal sepanjang kurang lebih 14 meter. Setelah kami telusuri dan gali, ditemukan struktur bekas dinding benteng selatan yang sudah rubuh," kata Direktur Lapangan Prof Mundardjito, di sela-sela penggalian.
Mundardjito, Guru Besar Universitas Indonesia, yang dikenal sebagai Bapak Arkeologi Indonesia, mengatakan, dinding itu menggunakan batu andesit, dan diperkirakan dahulu berdiri sejajar dengan benteng yang lain
"Daerah ini pasti punya hubungan dengan dinding di sekitar benteng," ujarnya.
Dengan ditemukannya struktur dinding di dalam tanah yang sejajar, pihaknya akan melakukan kajian dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB) untuk membongkar dan menyusun ulang dengan tidak menghilangkan keasliannya sebagai kawasan cagar budaya.
"Tenaga-tenaga ahli akan di terjunkan terutama mahasiswa yang ada dibidangnya dalam hal pemugaran nanti. Jelas anggarannya melalui penyusunan RAB yang diajukan pada RAPBN di pusat sebagai bentuk kelestarian budaya," kataya.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNPT ajak tokoh agama jadikan keberagaman benteng lawan radikalisme
16 September 2025 13:13 WIB, 2025
Anadolu: Kolaborasi dengan Kantor Berita ANTARA jadi benteng terhadap misinformasi
13 February 2025 9:35 WIB, 2025
Presiden Jokowi: TNI benteng terdepan pertahanan dan perisai Pancasila
05 October 2023 10:04 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020