Palu, (antarasulteng.com) - Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu mengalami penambahan landasan pacu sepanjang 110 meter pada tahun 2015 dari panjang landasan saat ini 2.250 meter.
"Itu sudah maksimum dan sudah bisa didarati boeing. Kondisi sekarang saja sudah bisa didarati boeing tapi belum bisa full kapasity," kata Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Benyamin Apituley di Palu, Selasa.
Dia mengatakan dengan penambahan tersebut maka panjang landasan pacu bandara kelas satu tersebut mencapai 2.360 meter.
Benyamin mengatakan kondisi Bandara Mutiara Sis Aljufri saat ini dari sisi keselamatan penerbangan tidak ada masalah karena landasan pacu sudah mendukung.
"Lagi pula sebelum pesawat masuk ke Palu, kita survei dulu type pesawatnya, sehingga tidak sembarang pesawat yang mau mendarat tanpa survei," katanya.
Benyamin mengatakan selain dukungan infrastruktur, bandara itu juga didukung alat bantu navigasi dan alat bantu visual yang sudah memenuhi standar keselamatan penerbangan.
"Itu ada standar operasional prosedurnya," katanya.
Dia mengatakan jika dalam kondisi terburuk, banyak bandara terdekat yang bisa menjadi alternatif pendaratan seperti Bandara Internasional Hasanuddin Makassar dan Sepinggan Balikpapan.
Benyamin menegaskan tidak benar jika ada anggapan nonteknis yang menyebut bahwa pendaratan di Bandara Sis Aljufri Palu tidak aman.
"Tidak ada seperti itu. Itu mungkin hanya anggapan orang," katanya.
Menurut rencana terminal Bandara Mutiara Sis Aljufri akan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama sejumlah terminal bandara lainnya di Indonesia 27 Maret 2014.
Pengresmian itu akan dipusatkan di Kota Tual, Provinsi Maluku.(skd)
"Itu sudah maksimum dan sudah bisa didarati boeing. Kondisi sekarang saja sudah bisa didarati boeing tapi belum bisa full kapasity," kata Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Benyamin Apituley di Palu, Selasa.
Dia mengatakan dengan penambahan tersebut maka panjang landasan pacu bandara kelas satu tersebut mencapai 2.360 meter.
Benyamin mengatakan kondisi Bandara Mutiara Sis Aljufri saat ini dari sisi keselamatan penerbangan tidak ada masalah karena landasan pacu sudah mendukung.
"Lagi pula sebelum pesawat masuk ke Palu, kita survei dulu type pesawatnya, sehingga tidak sembarang pesawat yang mau mendarat tanpa survei," katanya.
Benyamin mengatakan selain dukungan infrastruktur, bandara itu juga didukung alat bantu navigasi dan alat bantu visual yang sudah memenuhi standar keselamatan penerbangan.
"Itu ada standar operasional prosedurnya," katanya.
Dia mengatakan jika dalam kondisi terburuk, banyak bandara terdekat yang bisa menjadi alternatif pendaratan seperti Bandara Internasional Hasanuddin Makassar dan Sepinggan Balikpapan.
Benyamin menegaskan tidak benar jika ada anggapan nonteknis yang menyebut bahwa pendaratan di Bandara Sis Aljufri Palu tidak aman.
"Tidak ada seperti itu. Itu mungkin hanya anggapan orang," katanya.
Menurut rencana terminal Bandara Mutiara Sis Aljufri akan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama sejumlah terminal bandara lainnya di Indonesia 27 Maret 2014.
Pengresmian itu akan dipusatkan di Kota Tual, Provinsi Maluku.(skd)