Sukabumi Buat Model Pendidikan Seks
Senin, 12 Mei 2014 9:44 WIB
Seorang pelajar berdoa dalam upacara nyala lilin bagi korban pemerkosaan di New Delhi, India. (REUTERS/Amit Dave)
Sukabumi (antarasulteng.com) - Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, akan membuat model
pendidikan seks untuk anak usia dini dengan menggunakan bahasa sederhana
yang bisa dipahami anak usia dua sampai lima tahun.
Pendidikan seks dinaili perlu diberikan sejak anak baru bisa berkata dan berjalan, tetapi harus disesuaikan tingkat daya serap anak.
"Apalagi usia anak dua sampai lima tahun tersebut merupakan masa berkembangnya otak sehingga dengan ditanamkan pendidikan seks anak usia dini tersebut bisa mencegah terjadinya kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa," kata Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ritanenny kepada Antara, Senin.
Menurut Rita, hingga kini pendidikan seks untuk anak usia dini belum ada sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas dan lembaga lain yang memiliki disiplin ilmu yang tepat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lembaga di luar kedinasan seperti Pusat Pelayanan Terpadu Permberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk membuat model pendidikan dan metode pembelajarannya.
Dia mengharapkan pendidikan seks anak masih usia dini bisa mencegah kejahatan seksual kepada anak seperti dilakukan Emon.
Sukabumi akan memasukan beberapa metode pencegahan yang harus dilakukan anak jika akan menjadi korban kekerasan seksual seperti berteriak, menangis dan memberontak.
"Setiap anak harus diajari sejak dini bahwa bagian tubuh yang sensitif seperti alat kelamin tidak boleh dipegang kecuali ibunya dan jika ada yang memegang harus segera melapor," kata Rita.
Pendidikan seks dinaili perlu diberikan sejak anak baru bisa berkata dan berjalan, tetapi harus disesuaikan tingkat daya serap anak.
"Apalagi usia anak dua sampai lima tahun tersebut merupakan masa berkembangnya otak sehingga dengan ditanamkan pendidikan seks anak usia dini tersebut bisa mencegah terjadinya kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa," kata Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ritanenny kepada Antara, Senin.
Menurut Rita, hingga kini pendidikan seks untuk anak usia dini belum ada sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas dan lembaga lain yang memiliki disiplin ilmu yang tepat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lembaga di luar kedinasan seperti Pusat Pelayanan Terpadu Permberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk membuat model pendidikan dan metode pembelajarannya.
Dia mengharapkan pendidikan seks anak masih usia dini bisa mencegah kejahatan seksual kepada anak seperti dilakukan Emon.
Sukabumi akan memasukan beberapa metode pencegahan yang harus dilakukan anak jika akan menjadi korban kekerasan seksual seperti berteriak, menangis dan memberontak.
"Setiap anak harus diajari sejak dini bahwa bagian tubuh yang sensitif seperti alat kelamin tidak boleh dipegang kecuali ibunya dan jika ada yang memegang harus segera melapor," kata Rita.
Pewarta : Aditya Rohman
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak bisa rayakan hari Valentine di luar, Prancis beralih ke mainan seks
14 February 2021 13:28 WIB, 2021
Polisi tangkap remaja bunuh rekannya akibat ajakan seks sesama jenis
28 November 2020 5:43 WIB, 2020
Dokter: pilih fasilitas kesehatan yang tepat sebelum pasang kontrasepsi
30 September 2020 9:53 WIB, 2020
Polisi sebut pengelola apartemen tak terlibat pesta asusila sesama jenis
05 September 2020 10:48 WIB, 2020