Mukena Jumputan Khas Palembang Jadi Tren Ramadhan
Kamis, 26 Juni 2014 15:57 WIB
Aneka macam mukena (ANTARA FOTO/Nailin In Saroh)
Palembang, 26/6 (Antarasulteng.com) - Mukena berbahan katun rayon dengan motif jumputan khas Palembang, Sumatera Selatan kini paling diminati sehingga menjadi tren menjelang Ramadhan.
"Kami menjual beragam motif mukena yang kini makin digandrungi corak jumputan khas dengan warna-warna lembut," kata Rina, penjual mukena di kawasan pasar Ilir Barat Permai Palembang, Kamis.
Menurut dia, mukena dengan bahan katun rayon bermotif jumputan khas Palembang paling banyak dipilih muslimah di daerah itu.
Kekhasan kain tersebut menjadi daya tarik muslimah menggunakan pakaian untuk salat, tambahnya.
Ia mengatakan, seperangkat alat salat jumputan tersebut dihargai Rp300.000 per set.
Menjelang Ramadhan ini sedikitnya telah terjual 500 set mukena jumputan, katanya.
Dia menjelaskan, bukan hanya motif jumputan yang menarik tetapi bahannya lembut, sehingga membuat penggunanya tidak gerah dan dingin ketika mengenakannya.
Karena itu, pihaknya menambah stok mukena untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, ujarnya.
Sementara Sepriyanti mengatakan, membeli mukena jumputan menjadi kebanggaan sendiri mengenakan alat salat bermotif khas Palembang.
"Kami sengaja membeli motif yang sama untuk digunakan selama Ramadhan karena jumputan merupakan warisan luluran Kota Palembang," katanya.
Bahkan dia menambahkan, membelikan juga keluarga yang kini berada di Jakarta untuk mereka ketika pulang lebaran.
Dengan demikian, motif jumputan pilihan pendukung ibadah selama Ramadhan, tambah dia.
"Kami menjual beragam motif mukena yang kini makin digandrungi corak jumputan khas dengan warna-warna lembut," kata Rina, penjual mukena di kawasan pasar Ilir Barat Permai Palembang, Kamis.
Menurut dia, mukena dengan bahan katun rayon bermotif jumputan khas Palembang paling banyak dipilih muslimah di daerah itu.
Kekhasan kain tersebut menjadi daya tarik muslimah menggunakan pakaian untuk salat, tambahnya.
Ia mengatakan, seperangkat alat salat jumputan tersebut dihargai Rp300.000 per set.
Menjelang Ramadhan ini sedikitnya telah terjual 500 set mukena jumputan, katanya.
Dia menjelaskan, bukan hanya motif jumputan yang menarik tetapi bahannya lembut, sehingga membuat penggunanya tidak gerah dan dingin ketika mengenakannya.
Karena itu, pihaknya menambah stok mukena untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, ujarnya.
Sementara Sepriyanti mengatakan, membeli mukena jumputan menjadi kebanggaan sendiri mengenakan alat salat bermotif khas Palembang.
"Kami sengaja membeli motif yang sama untuk digunakan selama Ramadhan karena jumputan merupakan warisan luluran Kota Palembang," katanya.
Bahkan dia menambahkan, membelikan juga keluarga yang kini berada di Jakarta untuk mereka ketika pulang lebaran.
Dengan demikian, motif jumputan pilihan pendukung ibadah selama Ramadhan, tambah dia.
Pewarta : Nila Ertina
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020