Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok

id puri bunda,win puri bunda,gangguan kesuburan,bayi tabung

Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok

Para narasumber saat memaparkan materi dalam acara "WINTALK: Meningkatkan Potensi Kehamilan Melalui Teknik Reproduksi Berbantu" di Denpasar (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Denpasar (ANTARA) - Pakar sekaligus dokter kandungan dan konsultan fertilitas Dr dr AAN Anantasika SpOG (K) mengatakan kesuburan kaum wanita dewasa bisa menurun karena terkena paparan asap rokok atau menjadi perokok pasif.

"Pengaruh asap rokok dapat menyebabkan sejumlah kelainan pada sel telur, membuat jumlah sel telur dan kualitasnya berkurang. Jadi, tidak hanya menjadi perokok aktif berbahaya bagi kesuburan," kata dr Anantasika saat berbicara dalam "WINTALK: Meningkatkan Potensi Kehamilan Melalui Teknik Reproduksi Berbantu, di Denpasar, Minggu.

Dalam era saat ini, menurut dr Anantasika, cenderung tren persoalan kesuburan ini menjadi meningkat karena pengaruh gaya hidup masyarakat yang makin tidak sehat dan pengaruh polusi.

"Perilaku merokok, mengkonsumsi alkohol, dan kurang berolahraga sangat berpengaruh menurunkan kesuburan kaum pria dan wanita. Termasuk gaya hidup saat berpacaran, apakah suka gonta-ganti pasangan, itu pun berpengaruh ketika ingin memiliki buah hati," ucapnya yang juga Ketua Unit Layanan Reproduksi Wija Insan Nugraha (WIN) RSIA Puri Bunda Denpasar itu.

Bagi wanita yang mengalami obesitas, kata dia, sekitar 43 persen juga sulit hamil. Oleh karena itu, sangat penting wanita yang ingin memiliki momongan untuk mempertahankan berat badan tetap ideal.

Umumnya, ujar dr Anantasika, kehamilan akan terjadi dalam kurun waktu hingga enam bulan setelah menikah. Bahkan dari hasil penelitian, 30 persen dari pasangan suami istri sudah bisa hamil dalam tiga bulan setelah menikah, kemudian 50 persen setelah enam bulan menikah.

"Rata-rata dari 100 pasangan yang menikah, dalam rentang satu tahun setelah menikah sebanyak 85 persen berhasil hamil, dan sisanya 15 persen yang terkendala untuk memiliki momongan," ujarnya pada acara yang dipandu oleh dr Made Suyasa Jaya, SpOG (K).

Oleh karena itu, jika dalam kurun setahun setelah menikah belum hamil juga, dr Anantasika menyarankan agar pasangan suami istri segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Penyebab umum sulit hamil juga dipengaruhi faktor usia, ada penyakit yang diidap, bekas operasi kista dan sebagainya.

"Kalau sudah di atas 35 tahun tidak hamil juga, sebaiknya memilih teknik reproduksi berbantu seperti inseminasi dan bayi tabung," ucapnya.

Sementara itu, dokter andrologi dr Yukhi Kurniawan SpAnd (K) mengatakan penyebab infertilitas pada pria itu selain itu karena gaya hidup seperti merokok, mengkonsumsi alkohol dan narkoba, juga karena penyakit seperti diabetes mellitus, TBC, penyakit paru-paru kronis, obat-obatan, bekas operasi (vasectomy, herniotomy, prostatectomy), maupun penyakit menular seksual.

"Trauma testis karena tendangan dan kecelakaan, testis terpelintir, radang testis karena gondongan, ejakulasi dini, gangguan ereksi dan penyakit genetik juga bisa menyebabkan infertilitas," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dokter embriologi Unit Layanan Reproduksi WIN Puri Bunda dr Jaquilene Sudirman PhD mengemukakan sejumlah teknologi modern yang digunakan dalam program bayi tabung diantaranya menggunakan teknologi laser hingga simpan beku sel telur dan sperma.

Direktur RSIA Puri Bunda dr Dewa Ayu Ari Padmadewi mengatakan Unit Layanan Reproduksi WIN Puri Bunda sejak berdiri 2017 semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pelayanan fertilitas di Puri Bunda.

"Sejak 2017-2019, pasien yang dilayani meningkat 200 persen. Meningkatnya kepercayaan ini sungguh sangat membesarkan hati karena walaupun menjadi unit layanan reproduksi paling anyar di Bali, peminatnya cukup banyak," katanya.

Dengan acara tersebut, pihaknya bertekad untuk menghadirkan jangkauan seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai informasi dan layanan penanganan infertilitas. Terutama dipersembahkan untuk hampir 55 ribu pasangan yang mengalami masalah infertilitas di Bali sampai saat ini.

"Kegiatan ini merupakan talkshow yang membahas perkembangan terkini bagaimana teknik reproduksi berbantu dengan inseminasi dan bayi tabung dapat meningkatkan peluang kehamilan bagi pasangan yang belum dikaruniai buah hati," kata Padmadewi.

Dalam kesempatan itu juga diberikan 10 paket bayi tabung dengan harga terbaik di tahun ini untuk para peserta yang hadir.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar