
Bulog tunggu data penerima manfaat salurkan bantuan pangan Sulteng

Palu (ANTARA) - Perum Bulog menunggu data penerima manfaat dari pemerintah daerah (pemda) untuk kepentingan penyaluran bantuan pangan bagi warga prasejahtera di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Perintahnya sudah ada, tinggal menunggu mekanisme dan data penerima manfaat dari tingkat kecamatan sampai desa. Setelah itu bantuan segera kami salurkan,” kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Selasa.
Ia menyampaikan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog sekitar 22.000 ton, setiap hari Bulog menyalurkan beras rata-rata 21 ton untuk kebutuhan masyarakat.
Dalam waktu dekat ada tambahan pasokan sekitar 4.000 ton, guna mendukung program bantuan pangan yang akan disalurkan secara menyeluruh.
"Tambahan stok tersebut sebagian berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pangan," ujarnya.
Ia mengemukakan, Bulog Sulteng juga terus melakukan percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, khususnya di wilayah Parigi, Morowali, dan Luwuk.
Maka untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan, Bulog memastikan ketersediaan pasokan sangat memadai.
Target penyerapan di Sulteng ditetapkan sekitar 11.300 ton, dan pihaknya optimistis capaian tersebut bisa melampaui target.
“Kami perkirakan dalam satu sampai dua bulan ke depan akan melaksanakan penyerapan. Targetnya sekitar 11.300 ton dan menurut kami bisa lebih dari itu,” ucap Jusri.
Menurut dia kondisi stok yang ada saat ini, pihaknya memastikan ketersediaan beras aman tiga sampai empat bulan ke depan, atau setidaknya sampai Idul Adha 2026.
Dengan dukungan tambahan stok dan penyerapan dari petani lokal, ia optimistis program bantuan pangan dapat berjalan lancar sekaligus mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di provinsi itu.
"Perintah pelaksanaan program sudah diterima, namun masih menunggu mekanisme teknis serta data by name by address penerima bantuan," terangnya.
Perum Bulog secara nasional memastikan ketersediaan stok beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung stabilisasi harga dan program bantuan pangan 2024–2025.
Pemerintah juga terus mendorong percepatan penyaluran bantuan guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
