Smartfren siapkan kualitas jaringan 4G jelang masa PSBB
Minggu, 13 September 2020 15:50 WIB
Ilustrasi Smartfren (HO/Smartfren)
Jakarta (ANTARA) - Operator seluler Smartfren terus memantau perubahan lalu lintas data dan melakukan optimasi jaringan 4G menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta pada 14 September.
"Smartfren sudah siap dan terus mengoptimalkan network agar kinerjanya dapat mendukung skema PSBB dari pemerintah. Network Smartfren sudah 100 persen 4G, selalu dipantau secara intensif selama 24 jam dan dikelola secara dinamis, jadi menyesuaikan pergerakan kepadatan traffic," kata VP Techonology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu.
Smartfren melakukan optimasi jaringan berupa penyesuaian kapasitas di area yang terdeteksi low traffic, kemudian mengatur route traffic ke area-area yang memerlukan kapasitas lebih tinggi.
Ketika Jakarta memberlakukan PSBB pada April lalu, traffic internet bergeser dari area perkantoran ke perumahan karena masyarakat bekerja dan belajar dari rumah.
Pada Maret hingga Mei, saat PSBB berlangsung, Smartfren mencatat kenaikan traffic pada data sebesar 10 persen di seluruh wilayah operasional mereka.
"Misalnya ketika PSBB 14 September 2020 nanti traffic lebih tinggi di area pemukiman karena WFH, maka kami melakukan penyesuaian kapasitas untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut," kata Munir.
Sementara untuk pelayanan tatap muka di Galeri Smartfren, operator tersebut akan tetap membuka gerai dan menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak antrean, mewajibkan pegawai dan pelanggan untuk memakai masker dan memasang sekat pembatas di meja pelayanan.
"Smartfren sudah siap dan terus mengoptimalkan network agar kinerjanya dapat mendukung skema PSBB dari pemerintah. Network Smartfren sudah 100 persen 4G, selalu dipantau secara intensif selama 24 jam dan dikelola secara dinamis, jadi menyesuaikan pergerakan kepadatan traffic," kata VP Techonology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu.
Smartfren melakukan optimasi jaringan berupa penyesuaian kapasitas di area yang terdeteksi low traffic, kemudian mengatur route traffic ke area-area yang memerlukan kapasitas lebih tinggi.
Ketika Jakarta memberlakukan PSBB pada April lalu, traffic internet bergeser dari area perkantoran ke perumahan karena masyarakat bekerja dan belajar dari rumah.
Pada Maret hingga Mei, saat PSBB berlangsung, Smartfren mencatat kenaikan traffic pada data sebesar 10 persen di seluruh wilayah operasional mereka.
"Misalnya ketika PSBB 14 September 2020 nanti traffic lebih tinggi di area pemukiman karena WFH, maka kami melakukan penyesuaian kapasitas untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut," kata Munir.
Sementara untuk pelayanan tatap muka di Galeri Smartfren, operator tersebut akan tetap membuka gerai dan menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak antrean, mewajibkan pegawai dan pelanggan untuk memakai masker dan memasang sekat pembatas di meja pelayanan.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Airlangga: PSBB berlaku di DKI dan 23 kabupaten/kota berisiko tinggi
06 January 2021 22:36 WIB, 2021
Survei Polmatrix: 81,1 persen publik lebih pilih penerapan protokol kesehatan
16 September 2020 14:24 WIB, 2020
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur
13 January 2026 10:24 WIB
Kalibrasi kompetensi guru dan pelajar SMK, AHM gelar festival vokasi Satu Hati 2026
03 December 2025 14:14 WIB
Veda dan Ramadhipa siap tutup musim 2025 dengan hasil gemilang di Valencia
24 November 2025 10:29 WIB