Bendera Merah Putih Berkibar Di Ukraina
Rabu, 10 Desember 2014 6:32 WIB
Rendang, makanan khas Indonesia yang telah diakui kelezatannya di dunia. ( FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)
London (ANTARA News) - Bendera Merah Putih berkibar di Ukraina dalam
acara promosi Indonesia pada kegiatan bazar amal atau charity
International Womens Club of Kyiv (IWCK) yang berlangsung di National
Olympiskiy Stadium, Kyiv, Ukraina, awal pekan.
Sang merah putih dibawa ke panggung diiringi musik daerah Nusantara dan ucapan "Selamat pagi, Salam dari Indonesia" yang dibawakan oleh dua putri staf KBRI berpakaian kebaya dan pengantin Jawa, sehingga menarik perhatian wartawan yang mengerubungi panggung.
Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv Judika Madhuri kepada Antara London, Rabu mengatakan, bazar amal yang menjadi agenda rutin International Womens Club of Kyiv (IWCK) diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai kedutaan, organisasi internasional dan perusahaan asing di Ukraina.
Setiap perwakilan negara memakai pakaian tradisional masing-masing berjalan membawa benderanya dan mengucapkan salam dalam bahasa nasionalnya di atas panggung.
Dharma Wanita Persatuan KBRI Kyiv bekerja sama dengan Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv menyajikan aneka ragam makanan dan jajanan khas serta hasil kerajinan tangan Nusantara.
Gerai Indonesia dihias dengan dekorasi khas Tanah Air yang memikat perhatian, tidak hanya dari kalangan pengunjung tetapi juga para wartawan.
Para peserta gerai menampilkan dan menjual produk-produk andalan, tidak terkecuali suvenir dan makanan khas. Indonesia tidak ketinggalan menggelar gerai yang posisinya cukup strategis di depan panggung hiburan.
Selain berkesempatan mencicipi makanan khas berbagai bangsa, mengenal ragam kerajinan tangan dan benda-benda budaya, pengunjung dihibur keindahan pertunjukan budaya yang silih berganti dipentaskan.
Di atas panggung, Indonesia menampilkan permainan alat musik tradisional "angklung" yang memukau sekaligus menyentuh hati penonton.
Pengunjung tidak menduga alat musik dari bambu ini dapat mengumandangkan lagu patriotik "Ukraina" yang sangat cocok dengan situasi psikologis negara itu saat ini.
Pada sesi terakhir, Indonesia kembali menyita perhatian melalui tari Sajojo yang dipandu langsung oleh Dubes RI Kyiv.
Gerak langkah dan hentak musik asal Papua ini mengundang pengunjung yang turut berbaur dan bergoyang bersama.
Gerai Indonesia yang menjual paket nasi goreng, sate ayam, mi ayam, dan jajanan khas seperti onde-onde, kue lapis, dadar gulung dan lainnya tak henti diserbu pengunjung.
"Di sini kami menampilkan makanan khas Indonesia yang dapat ditemukan sehari-hari di Indonesia," ujar Niniek Kun Naryatie, Dubes RI Kyiv yang terjun langsung melayani pembeli saat diwawancara televisi lokal Ukraina.
Bagian terpenting dari kegiatan ini adalah terjadinya dialog budaya antara pengunjung tentang Indonesia. Pengunjung tidak hanya berkesempatan membeli suvenir Indonesia dan mencicipi makanan Indonesia saja tetapi juga bertukar infromasi tentang Indonesia.
Gerai-gerai peserta khususnya Indonesia menjadi bahan liputan berita cetak, online dan televisi nasional Ukraina seperti 1+1,TVi, TV Inter dan TV Ukraina.(skd)
Sang merah putih dibawa ke panggung diiringi musik daerah Nusantara dan ucapan "Selamat pagi, Salam dari Indonesia" yang dibawakan oleh dua putri staf KBRI berpakaian kebaya dan pengantin Jawa, sehingga menarik perhatian wartawan yang mengerubungi panggung.
Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv Judika Madhuri kepada Antara London, Rabu mengatakan, bazar amal yang menjadi agenda rutin International Womens Club of Kyiv (IWCK) diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai kedutaan, organisasi internasional dan perusahaan asing di Ukraina.
Setiap perwakilan negara memakai pakaian tradisional masing-masing berjalan membawa benderanya dan mengucapkan salam dalam bahasa nasionalnya di atas panggung.
Dharma Wanita Persatuan KBRI Kyiv bekerja sama dengan Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv menyajikan aneka ragam makanan dan jajanan khas serta hasil kerajinan tangan Nusantara.
Gerai Indonesia dihias dengan dekorasi khas Tanah Air yang memikat perhatian, tidak hanya dari kalangan pengunjung tetapi juga para wartawan.
Para peserta gerai menampilkan dan menjual produk-produk andalan, tidak terkecuali suvenir dan makanan khas. Indonesia tidak ketinggalan menggelar gerai yang posisinya cukup strategis di depan panggung hiburan.
Selain berkesempatan mencicipi makanan khas berbagai bangsa, mengenal ragam kerajinan tangan dan benda-benda budaya, pengunjung dihibur keindahan pertunjukan budaya yang silih berganti dipentaskan.
Di atas panggung, Indonesia menampilkan permainan alat musik tradisional "angklung" yang memukau sekaligus menyentuh hati penonton.
Pengunjung tidak menduga alat musik dari bambu ini dapat mengumandangkan lagu patriotik "Ukraina" yang sangat cocok dengan situasi psikologis negara itu saat ini.
Pada sesi terakhir, Indonesia kembali menyita perhatian melalui tari Sajojo yang dipandu langsung oleh Dubes RI Kyiv.
Gerak langkah dan hentak musik asal Papua ini mengundang pengunjung yang turut berbaur dan bergoyang bersama.
Gerai Indonesia yang menjual paket nasi goreng, sate ayam, mi ayam, dan jajanan khas seperti onde-onde, kue lapis, dadar gulung dan lainnya tak henti diserbu pengunjung.
"Di sini kami menampilkan makanan khas Indonesia yang dapat ditemukan sehari-hari di Indonesia," ujar Niniek Kun Naryatie, Dubes RI Kyiv yang terjun langsung melayani pembeli saat diwawancara televisi lokal Ukraina.
Bagian terpenting dari kegiatan ini adalah terjadinya dialog budaya antara pengunjung tentang Indonesia. Pengunjung tidak hanya berkesempatan membeli suvenir Indonesia dan mencicipi makanan Indonesia saja tetapi juga bertukar infromasi tentang Indonesia.
Gerai-gerai peserta khususnya Indonesia menjadi bahan liputan berita cetak, online dan televisi nasional Ukraina seperti 1+1,TVi, TV Inter dan TV Ukraina.(skd)
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UIN Datokarama Palu verifikasi calon penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar
28 September 2026 18:37 WIB
Menteri Hukum terapkan layanan publik berbasis digital mulai Oktober 2026
27 September 2026 14:39 WIB
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020