Aa Gym: pentingnya sabar dan ikhtiar semasa pandemi
Rabu, 16 Desember 2020 11:43 WIB
Arsip Foto. Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyampaikan tausyiah di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww)
Jakarta (ANTARA) - Pendakwah kenamaan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengemukakan pentingnya kesabaran dan ikhtiar yang benar dalam menghadapi pandemi COVID-19, yang hingga Selasa (15/12) tercatat telah menyebabkan 629.429 orang terinfeksi virus corona dan 19.111 di antaranya meninggal dunia.
"Tidaklah Allah menciptakan kejadian kecuali dengan hikmahnya. Allah menciptakan virus ini pasti ada hikmahnya," katanya dalam acara bincang-bincang mengenai penanggulangan pandemi yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Jakarta secara virtual pada Rabu.
"Dengan keimanan kita harus yakin bahwa virus itu adalah ciptaan Allah, pekerjaannya adalah bertasbih kepada Allah, dan tidak bisa membahayakan tanpa izin Allah. Tidak bisa mematikan seseorang kecuali kematiannya telah ditetapkan oleh Allah...," ia menambahkan.
Orang dengan keimanan, Aa Gym menjelaskan, meyakini bahwa pandemi merupakan ujian dari Allah yang diberikan kepada manusia sesuai dengan kemampuan manusia dalam mengatasinya dan karena itu dia bersabar dan tidak mengeluh.
"Ujian ini sudah diukur oleh Allah SWT, dan Allah SWT tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya," kata dia.
Ia juga menekankan bahwa keyakinan tersebut mesti disertai dengan ikhtiar berdasarkan ilmu.
"Akal juga punya kewajiban, yaitu memahami dengan keilmuan bahwa virus ini ternyata penyebarannya dengan droplet (percikan cairan saluran nafas), airborne (menular melalui udara), kemudian efeknya paru-paru akan terkena, dengan penderitaan yang besar, sulit bernapas, tetapi kemudian ini ada pencegahannya," kata dia.
Berdasarkan ilmu dan pengetahuan mengenai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, ia melanjutkan, penyakit itu bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.
Oleh karena itu, selain bersabar menghadapi ujian berupa pandemi, warga Muslim semestinya juga berikhtiar maksimal untuk mencegah penularan penyakit tersebut dengan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Tidaklah Allah menciptakan kejadian kecuali dengan hikmahnya. Allah menciptakan virus ini pasti ada hikmahnya," katanya dalam acara bincang-bincang mengenai penanggulangan pandemi yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Jakarta secara virtual pada Rabu.
"Dengan keimanan kita harus yakin bahwa virus itu adalah ciptaan Allah, pekerjaannya adalah bertasbih kepada Allah, dan tidak bisa membahayakan tanpa izin Allah. Tidak bisa mematikan seseorang kecuali kematiannya telah ditetapkan oleh Allah...," ia menambahkan.
Orang dengan keimanan, Aa Gym menjelaskan, meyakini bahwa pandemi merupakan ujian dari Allah yang diberikan kepada manusia sesuai dengan kemampuan manusia dalam mengatasinya dan karena itu dia bersabar dan tidak mengeluh.
"Ujian ini sudah diukur oleh Allah SWT, dan Allah SWT tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya," kata dia.
Ia juga menekankan bahwa keyakinan tersebut mesti disertai dengan ikhtiar berdasarkan ilmu.
"Akal juga punya kewajiban, yaitu memahami dengan keilmuan bahwa virus ini ternyata penyebarannya dengan droplet (percikan cairan saluran nafas), airborne (menular melalui udara), kemudian efeknya paru-paru akan terkena, dengan penderitaan yang besar, sulit bernapas, tetapi kemudian ini ada pencegahannya," kata dia.
Berdasarkan ilmu dan pengetahuan mengenai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, ia melanjutkan, penyakit itu bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.
Oleh karena itu, selain bersabar menghadapi ujian berupa pandemi, warga Muslim semestinya juga berikhtiar maksimal untuk mencegah penularan penyakit tersebut dengan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta : Katriana
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aa Gym minta umat Islam tak paksakan diri dapat syarat mampu berhaji
11 February 2021 18:25 WIB, 2021
Aa Gym putuskan untuk hentikan sementara kegiatan Pesantren Daarut Tauhiid
14 March 2020 21:57 WIB, 2020
Penelitian: peralatan olah raga di gym lebih kotor dari toilet umum
28 September 2017 9:50 WIB, 2017
Terpopuler - Humaniora
Lihat Juga
Lanal Palu libatkan lintas sektor bersihkan pantai di tiga titik di Donggala
06 February 2026 16:08 WIB
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB