Karyawan WFH menjadi sasaran empuk peretas
Jumat, 8 Januari 2021 6:17 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Kebiasaan baru bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak luput dari incaran para peretas untuk mencuri informasi.
WFH populer sejak pandemi virus corona, karyawan di berbagai sektor industri diminta untuk bekerja dari rumah demi mengurangi penyebaran virus corona.
Perusahaan keamanan komputasi awan Trend Micro, dalam laporan "Turning The Tide", memprediksi kejahatan siber tahun 2021 ini menargetkan rumah untuk mencuri data.
"Saat mulai memasuki dunia pasca pandemi, tren kerja jarak jauh kemungkinan akan tetap digunakan di banyak organisasi. Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif," kata Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, saat jumpa pers virtual, Kamis.
Keamanan jaringan di rumah berbeda dengan jaringan perkantoran, yang umumnya diproteksi tinggi oleh tim teknologi informasi (TI). Peretas sebenarnya berusaha mencuri data-data perusahaan, namun, seiring dengan popularitas WFH, target serangan beralih ke jaringan karyawan di rumah, tidak lagi menyerang langsugn ke perusahaan.
Semakin tinggi jabatan seseorang dalam suatu perusahaan, semakin tinggi pula risiko dia mengalami serangan siber. Tapi, bukan hanya pejabat yang berisiko menjadi target, para karyawan yang memegang data perusahaan, seperti bidang sumber daya manusia (SDM) juga berisiko.
Untuk itu, Laksana menyarankan tim TI perusahaan perlu melindungi para karyawan yang bekerja dari rumah, misalnya memberikan VPN agar bisa tersambung ke jaringan yang aman.
Perusahaan juga perlu meningkatkan kontrol terhadap keamanan mereka dan menggunakan prinsip "zero trust", mencurigai aktivitas yang tidak lazim.
Berkaitan dengan maraknya penggunaan aplikasi di masa pandemi, Trend Micro juga menyoroti API, yang bisa menjadi titik masuk ke jaringan perusahaan jika tidak dilindungi dengan baik.
API yang terekspos akan menjadi pintu masuk untuk mengakses data, kode sumber dan layanan back-end.
Laksana melihat peretas cepat beraksi begitu menemukan celah keamanan baru.
Selain mengenai WFH, pandemi COVID-19 juga dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan siber. Salah satu hal yang banyak ditemui adalah menggunakan kata kunci "COVID-19" atau informasi yang berhubungan dengan virus corona, misalnya melalui email.
Begitu email dibuka, perangkat akan disusupi malware.
Trend Micro melihat serangan siber juga menargetkan sektor kesehatan dan pemerintahan karena saat ini memegang data-data penting.
Serangan siber juga membayangi sistem cloud, seperti pembajakan, kesalahan konfigurasi sampai mengambil alih server.
Laksana berpendapat selain memperkuat perlindungan selama WFH, karyawan juga perlu diberi pemahaman mengenai cara menjaga keamanan ketika bekerja dari rumah.
WFH populer sejak pandemi virus corona, karyawan di berbagai sektor industri diminta untuk bekerja dari rumah demi mengurangi penyebaran virus corona.
Perusahaan keamanan komputasi awan Trend Micro, dalam laporan "Turning The Tide", memprediksi kejahatan siber tahun 2021 ini menargetkan rumah untuk mencuri data.
"Saat mulai memasuki dunia pasca pandemi, tren kerja jarak jauh kemungkinan akan tetap digunakan di banyak organisasi. Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif," kata Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, saat jumpa pers virtual, Kamis.
Keamanan jaringan di rumah berbeda dengan jaringan perkantoran, yang umumnya diproteksi tinggi oleh tim teknologi informasi (TI). Peretas sebenarnya berusaha mencuri data-data perusahaan, namun, seiring dengan popularitas WFH, target serangan beralih ke jaringan karyawan di rumah, tidak lagi menyerang langsugn ke perusahaan.
Semakin tinggi jabatan seseorang dalam suatu perusahaan, semakin tinggi pula risiko dia mengalami serangan siber. Tapi, bukan hanya pejabat yang berisiko menjadi target, para karyawan yang memegang data perusahaan, seperti bidang sumber daya manusia (SDM) juga berisiko.
Untuk itu, Laksana menyarankan tim TI perusahaan perlu melindungi para karyawan yang bekerja dari rumah, misalnya memberikan VPN agar bisa tersambung ke jaringan yang aman.
Perusahaan juga perlu meningkatkan kontrol terhadap keamanan mereka dan menggunakan prinsip "zero trust", mencurigai aktivitas yang tidak lazim.
Berkaitan dengan maraknya penggunaan aplikasi di masa pandemi, Trend Micro juga menyoroti API, yang bisa menjadi titik masuk ke jaringan perusahaan jika tidak dilindungi dengan baik.
API yang terekspos akan menjadi pintu masuk untuk mengakses data, kode sumber dan layanan back-end.
Laksana melihat peretas cepat beraksi begitu menemukan celah keamanan baru.
Selain mengenai WFH, pandemi COVID-19 juga dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan siber. Salah satu hal yang banyak ditemui adalah menggunakan kata kunci "COVID-19" atau informasi yang berhubungan dengan virus corona, misalnya melalui email.
Begitu email dibuka, perangkat akan disusupi malware.
Trend Micro melihat serangan siber juga menargetkan sektor kesehatan dan pemerintahan karena saat ini memegang data-data penting.
Serangan siber juga membayangi sistem cloud, seperti pembajakan, kesalahan konfigurasi sampai mengambil alih server.
Laksana berpendapat selain memperkuat perlindungan selama WFH, karyawan juga perlu diberi pemahaman mengenai cara menjaga keamanan ketika bekerja dari rumah.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
World leaders should work together to close vaccine gap: President Jokowi
22 May 2021 20:34 WIB, 2021
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur
13 January 2026 10:24 WIB
Kalibrasi kompetensi guru dan pelajar SMK, AHM gelar festival vokasi Satu Hati 2026
03 December 2025 14:14 WIB
Veda dan Ramadhipa siap tutup musim 2025 dengan hasil gemilang di Valencia
24 November 2025 10:29 WIB