Pengelola wisata rumah pohon di Donggala berharap dukungan pemerintah
Minggu, 14 Februari 2021 19:32 WIB
Sejumlah warga setempat sedang beraktivitas di objek wisata alam rumah pohon di Desa Tavanggeli, Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (13/2/2021). ANTARA/Moh Ridwan
Donggala (ANTARA) - Pengelola wisata rumah pohon di Desa Tavanggeli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengharapkan dukungan pemerintah untuk mengembangkan objek wisata alam khas daerah itu.
"Kami butuh dukungan Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Prrovinsi Sulteng untuk pengembangan sarana dan prasarana di kawasan objek wisata ini," kata Kepala Desa Tavanggeli Nius M Yompiua di Pinembani, Donggala, Minggu.
Dia menjelaskan objek wisata alam yang dirintis pada akhir 2020 itu menggunakan dana swadaya masyarakat yang didukung pemerintah desa setempat sebagai salah satu upaya mewujudkan arah pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Donggala.
Sebanyak 12 rumah gubuk yang dibangun di atas batang pohon kokoh itu, kata dia, mengusung konsep kearifan lokal dengan menggunakan material yang bersumber dari alam, baik tiang, lantai, dinding maupun atap.
"Rumah pohon yang kami bangun ini merupakan representasi dari kehidupan masyarakat Tavanggeli pada 50 tahun yang lalu. Di mana orang-orang dahulu, mereka membangun rumah di atas pohon, sehingga kami 'mereview' lewat pariwisata," ujar Nius.
Selain menjadi objek wisata, kata dia, rumah pohon ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat edukasi pendidikan dalam memahami budaya masyarakat setempat sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di Provinsi Sulteng.
Baca juga: Pemkab Donggala dukung objek wisata alam rumah pohon di Pinembani
Baca juga: Desa Tavanggeli Donggala Bangun wisata alam rumah pohon
Menurut dia, kehadiran pemerintah kabupaten maupun provinsi ikut terlibat mengembangkan objek wisata ini sangat dibutuhkan, sebab masih perlu pembenahan sarana dan prasarana agar wisatawan berkunjung dapat terfasilitasi dengan baik.
"Kalau hanya mengharapkan swadaya masyarakat mungkin tidak akan cukup, maka kehadiran pemerintah sangat penting. Beberapa waktu lalu pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah meninjau desa ini sekaligus lokasi objek wisata tersebut," ucap Nius.
Menurut dia, kehadiran wisata alam rumah pohon ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Donggala, sehingga juga perlu intervensi pemerintah daerah.
Kepala bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Donggala Johan Dwirisyanto mengatakan, objek wisata rumah pohon menjadi salah satu prioritas pihaknya di tahun anggaran 2021.
Bahkan, pihaknya juga ikut membantu promosi lewat jaringan mereka maupun melalui media sosial dan sarana lainnya, sekaligus bersinergi dengan pemerintah Desa Tavanggeli dalam rangka memberikan pembinaan lewat pelatihan kepada masyarakat untuk disiapkan menjadi pemandu wisata.
"Di Donggala, rumah pohon merupakan objek wisata baru, karena selama ini kami konsentrasi pada objek wisata bahari," ujar Johan.
"Kami butuh dukungan Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Prrovinsi Sulteng untuk pengembangan sarana dan prasarana di kawasan objek wisata ini," kata Kepala Desa Tavanggeli Nius M Yompiua di Pinembani, Donggala, Minggu.
Dia menjelaskan objek wisata alam yang dirintis pada akhir 2020 itu menggunakan dana swadaya masyarakat yang didukung pemerintah desa setempat sebagai salah satu upaya mewujudkan arah pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Donggala.
Sebanyak 12 rumah gubuk yang dibangun di atas batang pohon kokoh itu, kata dia, mengusung konsep kearifan lokal dengan menggunakan material yang bersumber dari alam, baik tiang, lantai, dinding maupun atap.
"Rumah pohon yang kami bangun ini merupakan representasi dari kehidupan masyarakat Tavanggeli pada 50 tahun yang lalu. Di mana orang-orang dahulu, mereka membangun rumah di atas pohon, sehingga kami 'mereview' lewat pariwisata," ujar Nius.
Selain menjadi objek wisata, kata dia, rumah pohon ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat edukasi pendidikan dalam memahami budaya masyarakat setempat sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di Provinsi Sulteng.
Baca juga: Pemkab Donggala dukung objek wisata alam rumah pohon di Pinembani
Baca juga: Desa Tavanggeli Donggala Bangun wisata alam rumah pohon
Menurut dia, kehadiran pemerintah kabupaten maupun provinsi ikut terlibat mengembangkan objek wisata ini sangat dibutuhkan, sebab masih perlu pembenahan sarana dan prasarana agar wisatawan berkunjung dapat terfasilitasi dengan baik.
"Kalau hanya mengharapkan swadaya masyarakat mungkin tidak akan cukup, maka kehadiran pemerintah sangat penting. Beberapa waktu lalu pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah meninjau desa ini sekaligus lokasi objek wisata tersebut," ucap Nius.
Menurut dia, kehadiran wisata alam rumah pohon ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata Kabupaten Donggala, sehingga juga perlu intervensi pemerintah daerah.
Kepala bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Donggala Johan Dwirisyanto mengatakan, objek wisata rumah pohon menjadi salah satu prioritas pihaknya di tahun anggaran 2021.
Bahkan, pihaknya juga ikut membantu promosi lewat jaringan mereka maupun melalui media sosial dan sarana lainnya, sekaligus bersinergi dengan pemerintah Desa Tavanggeli dalam rangka memberikan pembinaan lewat pelatihan kepada masyarakat untuk disiapkan menjadi pemandu wisata.
"Di Donggala, rumah pohon merupakan objek wisata baru, karena selama ini kami konsentrasi pada objek wisata bahari," ujar Johan.
Pewarta : Moh Ridwan
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puskepi: Tambahan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri sangat mendesak
26 February 2026 9:17 WIB
Dinas Sosial siapkan makanan siap saji untuk warga terdampak banjir di Palu
12 January 2026 15:25 WIB
SAR-Palu bantu proses evakuasi warga terdampak banjir di Wani Kabupaten Donggala
12 January 2026 6:50 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Balai Pelestarian Kebudayaan pasang garis pembatas penemuan tulang megalit di Lembah Napu
29 March 2026 22:04 WIB
Warga temukan situs megalitikum di areal tambang ilegal Dongi-Dongi kawasan TNLL
05 March 2026 3:44 WIB