Logo Header Antaranews Sulteng

Puskepi: Tambahan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri sangat mendesak

Kamis, 26 Februari 2026 09:17 WIB
Image Print
Direktur PUSKEPI Sofyano Zakaria (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Palu (ANTARA) - Pengamat Kebijakan Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria, menilai bahwa kebutuhan tambahan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri saat ini sudah berada pada tingkat yang sangat mendesak.

"Tentunya kondisi ketersediaan gas nasional yang nyaris tidak mencukupi berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap keberlangsungan operasional berbagai sektor industri strategis di Indonesia," kata Sofyano melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan kekurangan pasokan gas alam dapat berdampak langsung terhadap penurunan kapasitas produksi industri, meningkatnya biaya energi akibat penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih mahal, hingga berkurangnya daya saing produk nasional di pasar domestik maupun internasional.

"Dalam jangka panjang kondisi tersebut juga berisiko menghambat pertumbuhan investasi sektor manufaktur, mengganggu stabilitas lapangan kerja, serta menurunkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.

Ia menuturkan agar Presiden RI Prabowo yang memiliki kapasitas dan posisi strategis dapat melakukan langkah diplomasi energi melalui negosiasi ulang terhadap negara-negara pembeli gas alam Indonesia, seperti Jepang maupun negara lain yang sebelumnya telah terikat kontrak pembelian gas jangka panjang dengan Pemerintah Indonesia.

"Upaya negosiasi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan pengurangan volume ekspor gas, sehingga sebagian pasokan dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang saat ini semakin meningkat," sebutnya.

Sofyano mendorong PT Pertamina (Persero) khususnya melalui PGN sebagai badan usaha yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan distribusi gas untuk kebutuhan domestik, agar secara aktif melakukan pendekatan kepada Pemerintahan Presiden Prabowo guna memfasilitasi langkah negosiasi dengan pihak pembeli di luar negeri tersebut.

"Langkah negosiasi ulang kontrak ekspor gas menjadi sangat penting demi menjaga keberlangsungan industri nasional serta memastikan ketahanan energi domestik tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri," kata dia.

Ia berharap dengan adanya dukungan kebijakan dan diplomasi energi yang kuat dari pemerintah, diharapkan kebutuhan gas bagi industri nasional dapat terpenuhi secara optimal tanpa mengganggu stabilitas sektor energi secara keseluruhan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026