
Bunda PAUD Kota-Palu ajak semua pihak kampanye stop perundungan anak

Palu (ANTARA) - Bunda PAUD Kota Palu Diah Puspita mengajak semua pihak di wilayah setempat berperan aktif menggencarkan kampanye stop perundungan (bullying) kepada anak.
"Termasuk anak sekolah, perlu diberi pemahaman tentang dampak dari perundungan dan gerakan stop bullying disampaikan oleh pihak sekolah," kata Diah Puspita di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.
Ia mengemukakan gerakan kampanye stop bullying sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak merupakan bagian dari upaya pencegahan perundungan.
Dia mengatakan sekolah merupakan wadah membentuk karakter anak, sehingga perlu diperkuat dengan pemahaman-pemahaman tentang norma kehidupan. Dengan demikian cara berpikir siswa akan lebih luas dan menghargai sesama.
"Sekolah berkewajiban memperkuat karakter anak dimulai dari PAUD," ujarnya.
Bunda PAUD menekankan pentingnya mengajarkan empati dan kasih sayang kepada anak, agar mereka saling menolong dan tidak melakukan perundungan.
"Ajarkan anak tidak saling mengejek, tidak melakukan kekerasan, perkuat sikap tolong-menolong, dan saling menyayangi," katanya.
Dia mengatakan, keluarga adalah tempat pertama membangun dan membentuk karakter anak sehingga dibutuhkan peran orang tua.
"Sekolah dan lingkungan keluarga sama-sama berperan membentuk anak menjadi lebih baik. Kami meminta seluruh pihak ikut terlibat mengampanyekan stop perundungan," ucap Diah.
Ia menambahkan, selain menggencarkan kampanye stop perundungan, pemenuhan hak-hak dasar anak juga menjadi tanggung jawab bersama.
"Hak dasar anak meliputi hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi, termasuk hak mengenai pendidikan formal harus dipenuhi. Maka tidak boleh lagi anak berusia sekolah tidak memperoleh akses pendidikan," kata dia menuturkan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
