Presiden Jokowi yakin INA mampu kejar ketertinggalan
Selasa, 16 Februari 2021 13:10 WIB
Presiden Joko Widodo. ANTARA/HO-Biro Pers Istana/am.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo aau Jokowi yakin Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) mampu mengejar ketertinggalan terhadap lembaga serupa di negara lain serta mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional.
"Saya meyakini INA mampu untuk mengejar ketertinggalannya dan mampu memeroleh kepercayaan nasional dan internasional," ujar Presiden saat memperkenalkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi INA di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, sebagaimana disaksikan dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Kepala Negara menyampaikan INA mempunyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional berkelanjutan.
"Melalui keberadaan INA kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan," ujar Presiden.
Presiden menyampaikan INA akan menjadi mitra strategis investor, baik dari dalam maupun luar negeri, agar tersedia pembiayaan yang cukup untuk program pembangunan, khususnya program pembiayaan infrastruktur nasional.
"Saya meyakini INA mampu untuk mengejar ketertinggalannya dan mampu memeroleh kepercayaan nasional dan internasional," ujar Presiden saat memperkenalkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi INA di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, sebagaimana disaksikan dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Kepala Negara menyampaikan INA mempunyai posisi strategis dalam percepatan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional berkelanjutan.
"Melalui keberadaan INA kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan," ujar Presiden.
Presiden menyampaikan INA akan menjadi mitra strategis investor, baik dari dalam maupun luar negeri, agar tersedia pembiayaan yang cukup untuk program pembangunan, khususnya program pembiayaan infrastruktur nasional.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK bantah penetapan tersangka Hasto Kristiyanto karena kritik Jokowi
06 February 2025 14:23 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi Dan Keuangan
Lihat Juga
Pelni Palu catat sebanyak 2.888 penumpang pada puncak arus balik Lebaran 2026
27 March 2026 10:03 WIB