
PT-IMIP komitmen wujudkan kawasan industri berkelanjutan

Palu (ANTARA) - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) berkomitmen dalam mewujudkan kawasan manufaktur yang modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Deputi Manager Environmental Department PT IMIP Mardhika Lunaria Jenned dalam keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, mengatakan pihaknya memperkuat sinergi strategis bersama pemerintah dalam mewujudkan kawasan manufaktur yang modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
“Komitmen ini menjadi bagian penting dari penyelarasan kebijakan nasional serta upaya jangka panjang perusahaan dalam menerapkan tata kelola industri yang unggul,” katanya.
Ia mengatakan dalam penguatan pemantauan lingkungan secara real-time, IMIP sebagai pengelola kawasan secara proaktif mendorong seluruh tenant untuk meningkatkan standar pengawasan lingkungan melalui teknologi canggih.
Menurut dia, salah satunya dengan memasang instrumen Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS). Setiap cerobong asap tenant dilengkapi alat pemantau emisi secara kontinu dan real-time.
Sistem ini mengukur parameter penting seperti SO, NOx, CO, partikulat, dan Hg, serta terintegrasi langsung dengan server milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Selain itu, IMIP juga telah memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SISPEK) yang dikelola langsung platform KLHK yang memantau kualitas serta debit air limbah secara otomatis dan akurat dari titik pembuangan.
Dalam aspek lain, lanjut dia, IMIP rutin melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh karyawan.
Hingga awal 2026, sebanyak 37 tenant di kawasan IMIP telah menjalani audit eksternal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012.
Audit dilakukan langsung oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan RI. Fokusnya pada 12 elemen utama, termasuk kebijakan K3, perencanaan, implementasi, serta pelaporan perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, Head of Media Department PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan IMIP tidak hanya fokus pada aspek lingkungan dan keselamatan, tetapi juga aktif mengembangkan talenta lokal melalui program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang komprehensif.
Salah satunya melalui pelatihan intensif penguasaan teknologi hilirisasi nikel, kerja sama vokasi dengan perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik ATI Makassar.
"Ada program pengiriman karyawan untuk studi dan pelatihan ke Tiongkok, program magang bagi mahasiswa D3/D4/S1 (minimal semester 5) melalui skema Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kemendikbudristek serta magang mandiri," katanya.
Ia menjelaskan peserta magang mendapatkan fasilitas lengkap berupa uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta kesempatan direkrut sebagai karyawan tetap.
"Kami percaya bahwa tata kelola yang baik dan kepatuhan tinggi terhadap regulasi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan industri berkelanjutan. IMIP senantiasa memperkuat sinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Menurut dia, hal ini bukan hanya soal pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan kawasan industri kami memberikan manfaat optimal bagi industri nasional, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
