Waspada beri izin ke mikrofon dan kamera ponsel
Senin, 29 Maret 2021 9:19 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi, cukup banyak pengguna yang memberikan izin bagi aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon.
Studi Risiko Keamanan TI Konsumen dari Kaspersky secara global, memberikan izin bagi aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon harus benar-benar dicermati agar tidak menjadi bumerang bagi penggunanya.
Temuan Kaspersky, dikutip dari siaran pers, Senin, ada 23 persen dari 15.000 responden yang disurvei memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses webcam dan mikrofon.
Selama setahun terakhir, sejak pandemi virus corona di berbagai negara, penggunaan aplikasi konferensi video melonjak, Microsoft Teams misalnya, pada Juni 2020 lalu tumbuh sebesar 894 persen dibandingkan pada Februari tahun yang sama.
Aplikasi konferensi video menjadi tumpuan untuk melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja dari jarak jauh.
Kebutuhan ini membuat 27 persen responden berusia 25-34 tahun selalu memberikan akses ke kamera dan mikrofon.
Kesadaran terhadap keamanan siber semakin membaik diiringi kebutuhan menggunakan teknologi yang tinggi, studi Kaspersky menunjukkan 59 persen responden khawatir mereka diawasi dari kamera, sementara 60 persen waspada dimata-matai lewat perangkat lunak.
Perusahaan keamanan siber ini menyarankan pengguna untuk cermat memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon, yaitu dengan membaca izin apa saja yang diminta ketika memasang aplikasi.
Pertimbangkan juga relevansi mengakses kamera dan mikrofon dengan fungsi aplikasi tersebut. Jika aplikasi untuk panggilan video, tentu mengakses kamera dan mikrofon adalah hal yang wajar.
Tapi, jika aplikasi tersebut kelihatannya tidak membutuhkan kamera dan mikrofon, perlu diwaspadai mengapa harus mengizinkan menggunakan fitur-fitur tersebut.
Selain itu, pengguna bisa menggunakan alat penutup kamera, misalnya pada laptop, untuk memberi rasa tenang ketika kamera sedang tidak digunakan.
Gunakan juga perangkat lunak untuk melindungi perangkat agar tidak ada akses ilegal ke fitur-fitur seperti mikrofon dan kamera.
Terakhir, tinjau aplikasi apa saja yang saat ini diizinkan untuk mengakses kamera dan mikrofon, hapus jika aplikasi tersebut tidak relevan.
Studi Risiko Keamanan TI Konsumen dari Kaspersky secara global, memberikan izin bagi aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon harus benar-benar dicermati agar tidak menjadi bumerang bagi penggunanya.
Temuan Kaspersky, dikutip dari siaran pers, Senin, ada 23 persen dari 15.000 responden yang disurvei memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses webcam dan mikrofon.
Selama setahun terakhir, sejak pandemi virus corona di berbagai negara, penggunaan aplikasi konferensi video melonjak, Microsoft Teams misalnya, pada Juni 2020 lalu tumbuh sebesar 894 persen dibandingkan pada Februari tahun yang sama.
Aplikasi konferensi video menjadi tumpuan untuk melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja dari jarak jauh.
Kebutuhan ini membuat 27 persen responden berusia 25-34 tahun selalu memberikan akses ke kamera dan mikrofon.
Kesadaran terhadap keamanan siber semakin membaik diiringi kebutuhan menggunakan teknologi yang tinggi, studi Kaspersky menunjukkan 59 persen responden khawatir mereka diawasi dari kamera, sementara 60 persen waspada dimata-matai lewat perangkat lunak.
Perusahaan keamanan siber ini menyarankan pengguna untuk cermat memberikan izin kepada aplikasi untuk mengakses kamera dan mikrofon, yaitu dengan membaca izin apa saja yang diminta ketika memasang aplikasi.
Pertimbangkan juga relevansi mengakses kamera dan mikrofon dengan fungsi aplikasi tersebut. Jika aplikasi untuk panggilan video, tentu mengakses kamera dan mikrofon adalah hal yang wajar.
Tapi, jika aplikasi tersebut kelihatannya tidak membutuhkan kamera dan mikrofon, perlu diwaspadai mengapa harus mengizinkan menggunakan fitur-fitur tersebut.
Selain itu, pengguna bisa menggunakan alat penutup kamera, misalnya pada laptop, untuk memberi rasa tenang ketika kamera sedang tidak digunakan.
Gunakan juga perangkat lunak untuk melindungi perangkat agar tidak ada akses ilegal ke fitur-fitur seperti mikrofon dan kamera.
Terakhir, tinjau aplikasi apa saja yang saat ini diizinkan untuk mengakses kamera dan mikrofon, hapus jika aplikasi tersebut tidak relevan.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Scoopy Velocreativity hadirkan kelas video dan fotografi bersama komunitas Honda Sulteng
22 July 2025 9:58 WIB
Kemkomdigi minta masyarakat tak terkecoh judol berbalut konten viral
11 November 2024 15:48 WIB, 2024
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
Tingkatkan kapasitas guru di Banggai, DSLNG gelar pelatihan AI, coding unplugged, dan growth mindset
23 February 2026 16:43 WIB
Siap mengaspal di lintasan dunia, 10 pebalap muda terpilih di Astra Honda racing school 2026
23 February 2026 9:55 WIB
Dukung generasi siap kerja, 30 ribu talenta SMK unjuk skill di festival vokasi satu hati 2026
23 February 2026 9:47 WIB
Jelang ramadhan, pendaftaran mudik dan balik bareng Honda dibuka untuk ribuan pemudik
18 February 2026 19:43 WIB
Inkulturasi, sebagai metodologi Teologis-praktis gereja dalam menghadapi posttruth
16 February 2026 18:25 WIB
Riding with purpose: kolaborasi honda Sulteng dan media gaungkan inklusivitas di hari kasih sayang
16 February 2026 16:51 WIB