Palu (ANTARA) -
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengatakan ketersediaan pasokan energi untuk Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami surplus sekitar 20 Mega Watt (MW) lebih sehingga ketahanan listrik masih sangat andal.
 
"Beban puncak listrik Kota Palu dan sekitarnya kurang lebih 150 MW dan kapasitas saat ini sekitar 170 MW. Artinya, masih ada 20 MW kelebihan," kata Manager bidang jaringan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu Reky Paranoan di Palu, Senin.
 
Ia menjelaskan, saat ini pasokan listrik untuk wilayah UP3 Palu telah didukung dua sistem yang saling terkoneksi diantaranya jalur selatan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana Poso dan pembangkit listrik di Jeneponto, Sulawesi Selatan.
 
Oleh karena itu, kehandalan energi listrik di ibu kota Sulteng saat ini terpenuhi, hanya saja terjadi pemadaman di akibatkan gangguan jaringan, maupun kegiatan pemeliharaan terencana.
 
"Secara teknis pasokan listrik di wilayah kerja UP3 Palu sudah semakin baik. Kalaupun terjadi pemadaman, kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan," ujar Reky.
 
Menurutnya, sebagian besar gangguan teknis diakibatkan ranting pohon yang mengenai jaringan listrik, sehingga perlu penataan.
 
Pemadaman listrik saat pekerjaan pemeliharaan jaringan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena menyangkut keselamatan petugas di lapangan.

"Kami terus melakukan pembenahan, supaya ketersediaan pasokan listrik selalu terpenuhi. Energi listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kami mengutamakan kepuasan pelanggan," tutur Reky.

Ia menambahkan, saat ini kurang lebih 40 ribu pelanggan UP3 Palu, sehingga PLN sebagai perusahaan penyedia energi listrik terus mengoptimalkan kehandalan pasokan. Ia juga mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan energi supaya tidak terjadi pemborosan.
 
"Hemat energi perlu. Kalau di rumah cukup dengan empat mata lampu, maka gunakan secukupnya tidak perlu menyalakan semua lampu. Kalau semua pelanggan sadar akan hemat energi, beban puncak listrik dapat ditekan," demikian Reky.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024