Rembang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan kiai kharimastik KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) di komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu.

Ganjar yang berpakaian batik dan peci diterima ruang tamu oleh Gus Mus yang langsung merangkul orang nomor satu di Jateng itu.

"Sehat nggih Gus," ujar cucu menantu KH. Hisyam Kalijaran tersebut, sembari mencium tangan Gus Mus.

Keduanya kemudian duduk berdampingan dan Gus Mus yang berbusana serba putih langsung menepuk paha Ganjar sambil menyampaikan kondisinya.

"Sehat, sehat. Alhamdulillah, selama Ramadhan kemarin ya sehat," ucap Gus Mus.
 

Setelah berbincang selama kurang lebih dua jam, Ganjar pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menyambangi KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).

Ganjar mengatakan kunjungannya ke kediaman Gus Mus untuk silaturahim dan halalbihalal.

"Ya halalbihalal, syawalan, ya sungkem sama Gus Mus. Bahas sambal terong," ujarnya.

Saat ditanya apakah mereka juga membahas perpolitikan, Ganjar mengungkapkan bahwa obrolan dengan Gus Mus selalu hal-hal yang ringan serta lucu.

"Saya kalau ke tempat Mbah Mus itu, obrolan-nya obrolan yang lucu-lucu yang menarik, bukan yang berat-berat. Jadi obrolan-nya ya enteng-enteng. Justru yang ditanyakan itu, 'Ibuk’e ndi kok ora melu' (Bu Atikoh mana, kok tidak ikut), gitu," ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengaku tidak ada pesan khusus yang disampaikan Gus Mus.

Hal menarik terjadi saat Ganjar ditanya wartawan mengenai kandidat bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju Pilpres mendatang.

Ganjar yang enggan menjawab pertanyaan tersebut, kemudian disahut oleh Gus Mus.
 

"Cawapres’e 'aku wae, wis aku wae' (cawapres-nya saya saja, sudah saya saja)," seloroh Gus Mus membuat suasana ger-geran.

Selama pertemuan, lanjut Gus Mus, mereka hanya mengobrol seputar keseharian masing-masing.

"Ngobrol soal olahraga, jalan-jalan pagi. Beliau naik sepeda, kalau saya jalan kaki. Beliau sekalian, saya ngak. (Ada pesan?) ngak, ngak paling kita ngobrol ya bangsa, gitu-gitu-lah, keseharian," tuturnya.


 

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024