Morowali, Sulteng (ANTARA) -
Korem 132/Tadulako Sulawesi Tengah memperkuat kapasitas prajurit dalam melakukan operasi penanggulangan bencana mengingat provinsi ini salah satu daerah rawan bencana.
 
"Bencana alam dapat terjadi setiap saat di mana saja dan kapan saja, terlebih lagi kita yang berada di wilayah Sulawesi Tengah. Gempa dan tsunami sangat berpotensi terjadi di daerah ini," kata Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Dody Triwinarto saat membuka pelatihan penanggulangan bencana alam di Morowali, Senin.
 
Menurut dia, setiap prajurit harus memiliki kepekaan terhadap bencana, kesiapsiagaan dan kecepatan bertindak sangat diperlukan karena hal ini merupakan bagian dari menunjang tugas pokok.
 
Prajurit yang tergabung dalam satuan tugas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) harus memahami dan mampu melaksanakan prosedur kerja, hubungan komando dalam perencanaan operasi penanggulangan bencana.
 
“Untuk memahami prosedur dan sasaran-sasaran tersebut, satgas PRCPB dibekali beberapa materi latihan yang meliputi teori dan simulasi,” katanya.
 
Di kesempatan itu, Danrem menekankan peserta pelatihan mempedomani prinsip-prinsip berlatih supaya materi didapatkan benar-benar dipahami dan diimplementasikan dengan baik.
 
“Ikuti prosedur, patuhi instruksi dari pelatih dan pembimbing, tingkatkan kemampuan kita bersama dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana yang terjadi di wilayah ini,” ucap Dody.
 
Adapun materi dan simulasi dalam latihan tersebut yakni, pengetahuan organisasi penanggulangan bencana alam, pengetahuan penanggulangan bencana alam di darat, pengetahuan prosedur hubungan komandan dan staf, pengetahuan UU No.24/2007 tentang Penanggulangan bencana serta pengetahuan Perpres No.8/2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai 13-15 November 2023," kata dia.*

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024