Palu - Sulawesi Tengah pada PON XVII di Kalimantan Timur 2008 sama sekali tidak membawa pulang sekeping pun medali emas, kecuali beberapa perak dan perunggu.

Meski gagal menyabet medali emas, tetapi Sulteng terhindar dari posisi juru kunci. Posisi Sulteng pada PON XVII Kaltim berada pada peringkat ke-24.

Ketua KONI Sulteng periode 2011-2015 Anwar Ponulele, mantan Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sulteng itu menargetkan untuk memperbaiki peringkat ke posisi lebih terhormat pada PON 2012 ini.

Meski dalam kenyataannya, KONI Sulteng hanya melakukan pemusatan latihan tersentralisasi selama tiga bulan, namun mulai menunjukan hasil mengembirakan.

Salah satu atlet andalan Sulteng dari cabang atletik secara mengejukan menyabet medali emas pertama bagi provinsi yang terletak di jantung Pulau Sulawesi itu.

Noval Kurniawan, atlet kelahiran Kabupaten Parigi Moutong, daerah yang baru saja dilanda bencana alam banjir bandang pada 25 Agustus 2012 dengan lompatan terjauhnya mempersembahkan medali emas.

Sorak-sorai kegembiraan langsung terpancar dari seluruh kontingen, termasuk para atlet, oficial dan pengurus KONI Sulteng yang berada di arena PON XVIII Pekanbaru, Riau setelah atlet lajang tersebut mempersembahkan medali emas.

"Pak Ketua Umum KONI Sulteng Anwar Ponulele sampai menitikan air mata karena begitu terharu atas prestasi Noval," kata Edison Ardiles, salah seorang pengurus KONI Sulteng yang dihubungi via telepon di Pekanbaru.

Menurut Edison, sudah dapat dipastikan bahwa dengan bermodalkan satu keping medali emas, peringkat Sulteng di PON XVIII Riau bakal meningkat ke posisi lebih bagus lagi dibandingkan PON XVII di Kaltim 2008.

Ia mengatakan Noval memang merupakan salah satu dari sejumlah atlet Sulteng yang diharapkan meraih medali pada PON.

"Ternyata Noval berhasil merebut medali emas dari nomor lompat jauh," kata Edison yang juga manager cabang olah raga aeromodelling itu.



Cabang lain berpeluang



Edison juga mengatakan masih ada sejumlah atlet dari beberapa cabang olah raga yang berpeluang besar mempersembahkan medali emas.

"Itu jika mengacu kepada catatan prestasi atlet selama beberapa tahun terakhir ini di berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional cukup bagus," katanya.

Sejumlah cabang yang berpeluang besar mempersebahkan medali emas antara lain tinju, aeromodelling, dayung dan binaraga.

Khusus cabang binaraga, Sulteng berharap merebut medali emas dari atlet Jefri Wuten. Jefri Wuten selama mengikuti kejurnas lima tahun terakhir selalu mempersembahkan medali emas dikelasnya.

KONI Sulteng dan masyarakat Sulteng sangat berharap pada PON XVIII 2012 ini, atlet cabang binaraga itu kembali mengukir prestasi cemerlang.

"Harapan kami Jefri mempersembahkan medali emas," katanya.

Jika atlet tersebut berhasil mempersembahkan medali emas, maka peringkat Sulteng di PON kali ini dipastikan berada pada posisi semakin terhormat.

Dengan begitu, kontingen dari daerah-daerah lain akan memperhitungkan Sulteng. Padahal secara persiapan, atlet Sulteng hanya tiga bulan mengikuti pemusatan sentralisasi di Palu.

"Bagaimanapun atlet yang berhasil mengaharumkan nama Sulteng di PON patut mendapatkan apresiasi dari KONI dan Pemprov Sulteng," katanya.

KONI Sulteng memang telah menyediakan bonus bagi para atlet yang berhasil mempersembahkan medali pada PON XVIII. Bonus bagi atlet peraih medali bukan baru kali ini diberikan, tetapi sejak pelaksanaan PON sebelumnya.

Pemberian bonus bagi atlet berprestasi merupakan hal yang mutlak, mengingat mereka berjuang keras demi membanggakan serta mengharumkan nama daerahnya di ajang olahraga bergengsi di tanah air itu.

Sulteng pada PON XVIII di Riau meloloskan 19 cabang antara lain voli pasir, sepak takraw putri, tinju, atletik, dayung, aeromedlling, binaraga, anggar,golf, brigde, biliar, tenis meja, karate, pencaksilat dan selam.

Sementara sejumlah cabang lainnya termasuk sepak bola yang pada PON XVII di Kaltim 2008 ikut lolos, meski tidak berhasil mengukir prestasi, tetapi pada PON XVIII gagal meraih tiket.



Ucapkan terimam kasih



Ketua Umum KONI Sulteng Anwar Ponulele menyampaikan terimam kasih kepada atlet yang telah mempersembahkan medali.

"Saya atas nama pribadi maupun jajaran pengurus KONI Sulteng sangat-sangat bangga dan patut berterima kasih kepada Noval yang telah mempersembahkan medali emas di arena PON XVIII," katanya.

Medali emas pertama yang diperoleh Sulteng dari cabang lompat jauh putra diharapkan menjadi pendorong semangat bagi atlet lainnya untuk memberikan yang terbaik pada daerahnya.

Ia berharap, medali emas ini bukan yang terakhir, tetapi masih akan ada atlet lain juga mengukir prestasi cemerlang.

Sudah menjadi komitmen KONI Sulteng untuk memberikan bonus bagi semua atlet peraih medali di PON, tanpa merincinya.

Yang pasti setelah sekembalinya dari PON, KONI Sulteng akan menepati janjinya untuk memberikan apresiasi tertinggi bagi setiap atlet berprestasi. (BK03)