Logo Header Antaranews Sulteng

Papua Keluhkan Lapangan Sepak Bola PON XVIII

Kamis, 30 Agustus 2012 14:43 WIB
Image Print
Illustrasi (ANTARANews)
Menurut dia, kondisi lapangan Stadion Narasinga sangat tidak layak karena tanahnya terlalu keras, permukaannya tak rata, rumputnya tidak dipasang sempurna, dan beberapa permukaan berlubang."

Pekanbaru - Tim sepak bola Provinsi Papua mengeluhkan kondisi memprihatinkan di Stadion Narasinga di Kabupaten Indragiri Hulu, yang akan digunakan untuk pertandingan penyisihan cabang olah raga sepak bola PON XVIII.

"Kami sudah mengirimkan surat keberatan pada PB PON Riau tentang kondisi stadion. Kalau bisa ada alternatif lain, jangan dipaksakan di sana dan kami minta dukungan sepenuhnya dari Gubernur Riau," kata Wakil Manajer Tim Sepak bola Papua Nico Dino kepada ANTARA di Pekanbaru, Kamis.

Ia mengatakan, tim Papua sudah meninjau lokasi stadion yang membutuhkan waktu tempuh sekitar enam jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru itu, pada Rabu lalu (29/8).

Menurut dia, kondisi lapangan Stadion Narasinga sangat tidak layak karena tanahnya terlalu keras, permukaannya tak rata, rumputnya tidak dipasang sempurna, dan beberapa permukaan berlubang.

"Lapangannya sungguh tidak layak untuk pertandingan taraf nasional. Kalau pemain kami dipaksakan bermain, sangat rentan terjadi cidera," keluh Nico yang juga menjabat Wakil Sekum PSSI Pengprov Papua.

Selain itu, ia mengatakan tribun penonton juga masih belum rampung. Perkakas pertukangan dan bahan material terlihat berantakan di sekitar stadion.

"Kalau kita masuk dari gerbang masuk stadion ke lapangan, kita melewati banyak papan-papan berantakan," ujarnya.

Karena itu, ia mengatakan kontingen Papua berharap PB PON segera mengambil keputusan untuk memindahkan lokasi pertandingan. Stadion tersebut rencananya akan menjadi tempat pertandingan penyisihan sepak bola pool A yang akan mempertemukan tim Papua, Jambi, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.

"Panitia PON Riau harus jeli melihat dan mempersiapkan lokasi pertandingan, karena barang ini sudah dibicarakan sejak empat tahun lalu. Sebagai tamu disini, kami dari Papua pantas kecewa dan pasti dari daerah lain akan melakukan hal yang sama," kata Nico. (F012)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026