Logo Header Antaranews Sulteng

Ditjenpas Sulteng gandeng dunia usaha pasarkan hasil produk WBP

Kamis, 15 Januari 2026 13:06 WIB
Image Print
Kepala Kantor Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) bersama Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort Rizal di Palu. ANTARA/HO-Kanwil Ditjenpas Sulteng

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menggandeng dunia usaha dalam upaya membuka akses pasar bagi produk hasil pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan di Palu, Kamis mengatakan bahwa kemitraan dengan sektor usaha merupakan kunci agar program pembinaan kemandirian benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga binaan.

“Pembinaan kemandirian harus berujung pada nilai ekonomi. Ketika produk warga binaan diterima pasar, maka kepercayaan diri, keterampilan, dan peluang reintegrasi sosial mereka akan semakin kuat,” katanya.

Ia mengatakan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Bukit Indah Doda Hotel & Resort sebagai langkah konkret Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dalam mendorong pembinaan kemandirian warga binaan agar tidak berhenti pada proses produksi semata, tetapi juga berorientasi pada pemasaran dan keberlanjutan ekonomi.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk hasil pembinaan agar memiliki kualitas, daya saing, serta kepastian pasar.

“Kami ingin memastikan hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui terjalinnya kolaborasi tersebut, lanjut dia, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang tidak semata berfokus pada pembinaan di balik tembok lapas, tetapi juga membuka jalan bagi produk warga binaan untuk masuk dan bersaing di pasar.

“Sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis inklusi sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort Rizal menyatakan, komitmen pihaknya untuk mendukung pemanfaatan dan pemasaran produk warga binaan, terutama hasil pertanian dan produk olahan yang dikembangkan melalui program pembinaan di lapas dan rumah tahanan.

“Kami melihat produk warga binaan memiliki kualitas dan potensi pasar. Kerja sama ini menjadi bentuk dukungan kami terhadap pembinaan yang produktif sekaligus pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” katanya.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026