Presiden Jokowi: Tidak ada solusi universal wujudkan ketahanan pangan
Sabtu, 2 Desember 2023 7:06 WIB
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo berbicara dalam forum COP28 World Climate Action Summit di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat (1/12/2023). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menekankan tidak ada solusi yang universal bagi setiap negara dalam mewujudkan ketahanan pangan, karena setiap negara memiliki kekuatannya masing-masing.
Hal itu disampaikan Presiden Widodo dalam forum COP28 World Climate Action Summit di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat.
"Tidak ada solusi yang universal untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan karena setiap negara mempunyai kekuatan yang berbeda-beda," kata Presiden Jokowi sebagaimana disaksikan melalui video di akun YouTube COP28 UAE, dari Jakarta, Jumat.
Jokowi menyampaikan Indonesia mempunyai keunggulan berupa lahan yang melimpah dengan masyarakat yang hidup dari sektor pertanian. Selain itu infrastruktur penunjang dan ekosistem pertanian juga sudah dibangun masif dan memadai.
Keunggulan Indonesia itu menurutnya bisa menjadi potensi besar yang menjadikan Indonesia sebagai penyuplai kebutuhan global, jika didukung pendanaan dan transfer teknologi.
"Oleh karena itu kolaborasi global harus diperkuat. Investasi di bidang pertanian dan peternakan sangat diperlukan. Terutama karena pertanian dan produk pertanian juga dapat menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan," ujar Presiden Joko Widodo.
Presiden mengingatkan permintaan produk pertanian dan perkebunan akan meningkat dalam waktu dekat. Karena selain kebutuhan makanan, sektor pertanian dan perkebunan juga dibutuhkan dalam menghasilkan bahan bakar dalam bentuk biodiesel, bioetanol dan lain-lain.
Indonesia pun mendukung inisiatif Persatuan Emirat Arab yang mempromosikan pusat kolaborasi internasional pada pertanian berkelanjutan dan rantai pasokan yang berketahanan, serta aksi iklim.
Menurut Jokowi, Indonesia berharap inisiatif ini dapat membuahkan hasil nyata untuk menciptakan dunia yang lebih sejahtera.
Hal itu disampaikan Presiden Widodo dalam forum COP28 World Climate Action Summit di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat.
"Tidak ada solusi yang universal untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan karena setiap negara mempunyai kekuatan yang berbeda-beda," kata Presiden Jokowi sebagaimana disaksikan melalui video di akun YouTube COP28 UAE, dari Jakarta, Jumat.
Jokowi menyampaikan Indonesia mempunyai keunggulan berupa lahan yang melimpah dengan masyarakat yang hidup dari sektor pertanian. Selain itu infrastruktur penunjang dan ekosistem pertanian juga sudah dibangun masif dan memadai.
Keunggulan Indonesia itu menurutnya bisa menjadi potensi besar yang menjadikan Indonesia sebagai penyuplai kebutuhan global, jika didukung pendanaan dan transfer teknologi.
"Oleh karena itu kolaborasi global harus diperkuat. Investasi di bidang pertanian dan peternakan sangat diperlukan. Terutama karena pertanian dan produk pertanian juga dapat menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan," ujar Presiden Joko Widodo.
Presiden mengingatkan permintaan produk pertanian dan perkebunan akan meningkat dalam waktu dekat. Karena selain kebutuhan makanan, sektor pertanian dan perkebunan juga dibutuhkan dalam menghasilkan bahan bakar dalam bentuk biodiesel, bioetanol dan lain-lain.
Indonesia pun mendukung inisiatif Persatuan Emirat Arab yang mempromosikan pusat kolaborasi internasional pada pertanian berkelanjutan dan rantai pasokan yang berketahanan, serta aksi iklim.
Menurut Jokowi, Indonesia berharap inisiatif ini dapat membuahkan hasil nyata untuk menciptakan dunia yang lebih sejahtera.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KY usul RUU KUHAP tegaskan kembali aturan pengamanan dalam persidangan
10 February 2025 14:40 WIB, 2025
Istana: Prabowo kunjungi Jokowi di Solo adalah pertemuan dua sahabat
04 November 2024 14:52 WIB, 2024
Akademisi harap Investasi di Sulteng tingkatkan kesejahteraan rakyat
24 October 2024 13:57 WIB, 2024
Pemerintah terbitkan Inpres percepatan penyelenggaraan trem otonom IKN
23 October 2024 9:39 WIB, 2024
Tangerang Hawks pertahankan pelatih Antonius Joko Endratmo di IBL 2025
22 October 2024 9:33 WIB, 2024
Presiden Jokowi sebut tak ada acara khusus di Solo setelah purnatugas
17 October 2024 5:46 WIB, 2024