Jakarta (ANTARA) - Direktorat Operasi Sumber Daya Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika berkolaborasi dengan tujuh lembaga atau institusi pendidikan melaksanakan BOTcamp kecerdasan buatan (AI) bidang spektrum frekuensi radio.

BOTcamp (Bring in On AI Technology) AI Use Case merupakan kegiatan pendampingan teknis dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai implementasi teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam mendukung pelayanan publik bidang spektrum frekuensi radio. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

“Saya senang sekali karena banyak yang berpartisipasi. Kami mencoba memperkenalkan spektrum radio frekuensi, benda yang tidak terlihat tetapi mempunyai nilai yang tinggi. Saya harap dengan acara ini menambah pengetahuan adik-adik sekalian akan kecerdasan intelektual," kata Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemenkominfo Dwi Handoko dalam rilis pers yang diterima, Senin.

Dalam sesi pertama kegiatan BOTcamp, Dr. Eko Mulyanto Yuniarno dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan pengenalan pola digital. Eko menjelaskan proses penggunaan algoritma komputer untuk mengenali keteraturan data digital.

Selanjutnya, perwakilan Tim Bidang ODS (One Day Service) Perizinan Bergerak Darat Joko Utama memberikan materi tentang Pengembangan Kecerdasan Buatan Bidang Spektrum Frekuensi Radio Dinas Tetap dan Dinas Satelit.

Lalu perwakilan Tim Kerja SFR 1 Bidang Harmonisasi, Anev, Kepatuhan Perizinan SFR 1 Adityawarman membawa materi tentang kecerdasan buatan dinas penyiaran, bergerak darat, maritim dan penerbangan.

“Broadcasting itu bentuk allotment atau master plan atau rencana induk, di mana alokasi frekuensi dibagi berdasarkan wilayah layanan dengan ketentuan tertentu,” ujarnya.

Selanjutnya, sesi dua di antaranya menampilkan Distinguished Solution Engineer dari Tableau Asia Pacific, David Ciam yang menjelaskan proses dari Tableau sebagai kecerdasan buatan. David menegaskan bahwa AI tidak akan mengganti peran manusia, melainkan untuk membantu manusia.

“Acara dari Kemenkominfo ini sangat bagus, materi relevan dengan perkuliahan sehingga sangat membantu untuk mengerjakan tugas akhir,” ujar mahasiswa ITS, Syarif.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Ketua Tim Kerja yang ada di lingkungan Ditjen SDPPI dan lembaga atau institusi pendidikan kota Surabaya, seperti ITS, Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Muhammadiyah Surabaya (Unismuh), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Airlangga (Unair).

Selain di Kota Surabaya, kegiatan BOTcamp ini rencananya akan dilaksanakan di daerah lain pada 2024.

Sebagai kelanjutan dari pembekalan di acara BOTcamp ini, 14 tim dari tujuh kampus tersebut akan berkompetisi untuk membuat ide, konsep, atau aplikasi pengembangan AI bidang spektrum frekuensi radio, yang dimulai pada 30 November hingga 18 Desember 2023.

Pengumuman pemenang kompetisi tersebut akan disampaikan saat pelaksanaan Simposium Pengembangan AI bidang spektrum frekuensi radio pada 21 Desember 2023.

 

Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024