Palu (ANTARA) -
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan dapur sehat atasi stunting sebagai upaya pemerintah daerah untuk penguatan gizi anak agar tumbuh kembangnya ke depan semakin baik.

"Kegiatan tersebut merupakan aksi perubahan kinerja organisasi untuk optimalisasi pencegahan stunting melalui program inovasi," kata Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido dalam pelaksanaan kegiatan dapur sehat atasi stunting di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan, pencegahan stunting harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan, dan salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui gerakan pemenuhan gizi bagi anak maupun ibu hamil.



Menurut dia, stunting merupakan permasalahan gizi pada anak sehingga menyebabkan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Selain pemenuhan gizi, ibu hamil juga diharapkan rutin datang ke posyandu memeriksakan perkembangan kehamilan.

"Posyandu salah satu pelayanan ideal untuk mengecek pertumbuhan anak. Selain itu, perlu juga ditunjang dengan pemenuhan makanan tambahan yang sehat dan bergizi, baik dari posyandu, tim pengendali stunting maupun yang disajikan dalam rumahtangga," ucapnya.

Menurut dia, pangan lokal juga memiliki banyak gizi dan protein bila disajikan dengan benar dan tepat, maka program inovasi dapur sehat sangat membantu ibu rumah tangga memilih bahan-bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk konsumsi anak.



Dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting, kata dia, Pemkot Palu melakukan langkah secara simultan dengan menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan unsur lainnya.

Sekitar 287 tim pendamping keluarga (TPK) yang dibentuk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Palu yang terdiri atas bidan, kader PKK, dan kader KB untuk membantu keluarga berisiko stunting.



"Pemkot Palu telah berkomitmen menekan angka prevalensi stunting melalui berbagai intervensi program dan kegiatan. Prevalensi stunting pada anak di Kota Palu tahun 2022 sebesar 24,7 persen dan kami berupaya menekan angka tersebut hingga ke titik paling rendah," tutur Reny.

 

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024