Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo membuka Kongres Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2024 dengan mengingatkan tentang pentingnya peran guru dalam mewujudkan Indonesia Emas.

"Bapak ibu guru yang saya hormati, saya tidak pernah bosan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kesempatan emas, kesempatan besar untuk melompat menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan nasional ke depan," katanya saat membuka Kongres Ke-23 PGRI Tahun 2024 seperti disaksikan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi negara maju, yakni pada 2045 atau disebut Indonesia Emas yang dapat diraih dalam tiga periode kepemimpinan nasional.

Presiden mengatakan perhitungan Indonesia menjadi negara maju bukan berasal dari perhitungannya, melainkan sejumlah lembaga nasional maupun internasional, seperti Bappenas, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), International Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia.

Dengan kesempatan besar itu, ia menjelaskan, Indonesia tidak boleh terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah.

Kepala Negara menekankan agar jangan sampai Indonesia seperti sejumlah negara di Amerika Latin yang masih terjebak menjadi negara berkembang sejak 1950-1970, bahkan ada yang masuk menjadi negara miskin.

"Jangan sampai itu terjadi di negara kita Indonesia. Kita harus gunakan kesempatan ini untuk maju melompat menjadi negara maju, yaitu ketika kita mendapatkan yang namanya bonus demografi," kata dia.

Ia menjelaskan untuk melompat menjadi negara maju, kuncinya memiliki bonus demografi dengan generasi muda yang berkualitas dan produktif.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi berpesan kepada para guru bahwa pendidikan SDM, pembangunan SDM sebagai penting, baik dari segi kemampuan maupun karakter.

Pada akhir sambutan, ia mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan PGRI untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, serta menghasilkan generasi muda yang unggul dengan karakter kebangsaan yang kuat.
 

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024