Tim Iqro ke Paris siapkan film sekuel
Jumat, 21 April 2017 8:13 WIB
Poster film Iqro produksi Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). ( film-iqro.com)
London (antarasulteng.com) - Tim Film Masjid Salman Institut Teknologi Bandung
(ITB) atau Tim Iqro melakukan survei guna menyiapkan pembuatan film
Iqro II di Paris, yang pengambilan gambarnya dilakukan di Eropa di
musim semi dalam cuaca berkisar antara tiga sampai 12 derajat Celcius.
Meskipun udara Paris menusuk sampai ke tulang, Tim Iqro tetap bersemangat dalam mencari lokasi terbaik untuk film barunya, ujar Duta Besar/Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia (Dewatap RI) untuk Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (UNESCO) TA Fauzi Soelaiman kepada ANTARA News, Jumat.
Dikatakannya, film Iqro merupakan karya sinematografi dari Masjid Salman ITB, yang merupakan film bioskop pertama produksi kalangan masjid, dan banyak berisikan pesan untuk seluruh lapisan keluarga.
Fauzi, yang juga anggota dari Keluarga Besar Masjid Salman ITB, mengemukakan bahwa Tim Iqro selama di Prancis mengunjungi masjid terbesar di Paris yang disebut Grand Mosque (Masjid Raya) dengan banyaknya orang Eropa berkunjung untuk mencari tahu lebih jauh tentang Islam.
Tim Iqro juga bertemu Dubes RI untuk Prancis Hotmangaradja Pandjaitan, yang mengharapkan film Iqro juga dapat ditonton oleh orang Eropa, khususnya Prancis.
Hal itu, menurut Hotman, karena saat ini ada rasa ingin tahu di kalangan orang Prancis untuk mengenal Islam, sehingga film Iqro dapat memberi perspektif yang baik tentang Islam.
Ia juga menyampaikan bahwa film merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai antara Indonesia dengan Prancis pada kunjungan Presiden Prancis Francois Hollande ke Indonesia.
Dalam kesempatan bersilaturahmi dengan Dubes Unesco juga diadakan pemutaran film Iqro yang disaksikan anggota Pengajian Ar-Raudah yang diketuai Ibu Bonita Sadanoer, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis, anggota DWP KBRI Paris, Staf KBRI Paris dan Kantor Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang diikuti dengan dialog antara penonton dengan para sineas Masjid Salman ITB.
Tim Iqro terdiri dari Imam Choirul Basri yang juga Sekretaris Jendral Masjid Salman ITB selaku Eksekutif Produser Film, Produser film Iqro, Tyas, Associate Producer, Turino Yulianto dan Buroqi, pemeran utama Cok Simbara dan Sutradara Iqbal al Fajri maupun penulis naskah/skenario.
Penonton mengharapkan agar film keluarga yang berkualitas semacam Iqro makin banyak diproduksi menjadi tontonan bagi masyarakat Indonesia sekaligus menjadi duta untuk mengenalkan sisi lain wajah Islam kepada dunia.
Tim Iqro berencana akan berkunjung ke Birmingham di Inggris dan melanjutkan perjalanannya ke Koln di Jerman.(skd)
Meskipun udara Paris menusuk sampai ke tulang, Tim Iqro tetap bersemangat dalam mencari lokasi terbaik untuk film barunya, ujar Duta Besar/Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia (Dewatap RI) untuk Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (UNESCO) TA Fauzi Soelaiman kepada ANTARA News, Jumat.
Dikatakannya, film Iqro merupakan karya sinematografi dari Masjid Salman ITB, yang merupakan film bioskop pertama produksi kalangan masjid, dan banyak berisikan pesan untuk seluruh lapisan keluarga.
Fauzi, yang juga anggota dari Keluarga Besar Masjid Salman ITB, mengemukakan bahwa Tim Iqro selama di Prancis mengunjungi masjid terbesar di Paris yang disebut Grand Mosque (Masjid Raya) dengan banyaknya orang Eropa berkunjung untuk mencari tahu lebih jauh tentang Islam.
Tim Iqro juga bertemu Dubes RI untuk Prancis Hotmangaradja Pandjaitan, yang mengharapkan film Iqro juga dapat ditonton oleh orang Eropa, khususnya Prancis.
Hal itu, menurut Hotman, karena saat ini ada rasa ingin tahu di kalangan orang Prancis untuk mengenal Islam, sehingga film Iqro dapat memberi perspektif yang baik tentang Islam.
Ia juga menyampaikan bahwa film merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai antara Indonesia dengan Prancis pada kunjungan Presiden Prancis Francois Hollande ke Indonesia.
Dalam kesempatan bersilaturahmi dengan Dubes Unesco juga diadakan pemutaran film Iqro yang disaksikan anggota Pengajian Ar-Raudah yang diketuai Ibu Bonita Sadanoer, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis, anggota DWP KBRI Paris, Staf KBRI Paris dan Kantor Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang diikuti dengan dialog antara penonton dengan para sineas Masjid Salman ITB.
Tim Iqro terdiri dari Imam Choirul Basri yang juga Sekretaris Jendral Masjid Salman ITB selaku Eksekutif Produser Film, Produser film Iqro, Tyas, Associate Producer, Turino Yulianto dan Buroqi, pemeran utama Cok Simbara dan Sutradara Iqbal al Fajri maupun penulis naskah/skenario.
Penonton mengharapkan agar film keluarga yang berkualitas semacam Iqro makin banyak diproduksi menjadi tontonan bagi masyarakat Indonesia sekaligus menjadi duta untuk mengenalkan sisi lain wajah Islam kepada dunia.
Tim Iqro berencana akan berkunjung ke Birmingham di Inggris dan melanjutkan perjalanannya ke Koln di Jerman.(skd)
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020