Presiden ingatkan BI-OJK miliki data cadangan agar transaksi aman
Kamis, 1 Agustus 2024 14:19 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan usai menghadiri Peresmian Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (1/8/2024). ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memiliki cadangan data (back up data) berlapis agar masyarakat sebagai pengguna dapat merasa aman melakukan transaksi.
"Jangan sampai karena kita tidak siap, kita tidak memiliki back up data yang berlapis. Saya minta berlapis back up datanya. Sehingga pengguna, rakyat semuanya itu merasa aman dalam bertransaksi," kata Presiden Jokowi usai menghadiri Peresmian Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 di JCC Senayan Jakarta, Kamis.
Presiden menekankan pentingnya keamanan data di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ia mewanti-wanti agar jangan sampai BI dan OJK tidak memiliki data berlapis karena tidak ada kesiapan.
Presiden pun kembali menyinggung insiden peretasan server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang menjadikan pengalaman agar melakukan pengamanan data dengan lebih baik.
"Penting itu. Saya kira pengamanan kita kemarin harus betul-betul dijadikan pengalaman yang baik dan bermanfaat untuk ke depannya," kata Presiden.
Selain soal keamanan data, Presiden juga meminta agar BI dan OJK dapat meningkatkan perlindungan di sektor ekonomi digital, mengingat jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai 64 juta usaha.
Selain itu, literasi keuangan yang masih rendah membuat masyarakat sebagai konsumen rentan mengalami risiko penipuan dan kejahatan digital.
"Sehingga siapkan sistem perlindungan konsumen, pastikan keamanan data konsumen. Jangan sampai rakyat kecil jadi pihak yang dirugikan," kata Presiden.
"Jangan sampai karena kita tidak siap, kita tidak memiliki back up data yang berlapis. Saya minta berlapis back up datanya. Sehingga pengguna, rakyat semuanya itu merasa aman dalam bertransaksi," kata Presiden Jokowi usai menghadiri Peresmian Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024 di JCC Senayan Jakarta, Kamis.
Presiden menekankan pentingnya keamanan data di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ia mewanti-wanti agar jangan sampai BI dan OJK tidak memiliki data berlapis karena tidak ada kesiapan.
Presiden pun kembali menyinggung insiden peretasan server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang menjadikan pengalaman agar melakukan pengamanan data dengan lebih baik.
"Penting itu. Saya kira pengamanan kita kemarin harus betul-betul dijadikan pengalaman yang baik dan bermanfaat untuk ke depannya," kata Presiden.
Selain soal keamanan data, Presiden juga meminta agar BI dan OJK dapat meningkatkan perlindungan di sektor ekonomi digital, mengingat jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai 64 juta usaha.
Selain itu, literasi keuangan yang masih rendah membuat masyarakat sebagai konsumen rentan mengalami risiko penipuan dan kejahatan digital.
"Sehingga siapkan sistem perlindungan konsumen, pastikan keamanan data konsumen. Jangan sampai rakyat kecil jadi pihak yang dirugikan," kata Presiden.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istana: Prabowo kunjungi Jokowi di Solo adalah pertemuan dua sahabat
04 November 2024 14:52 WIB, 2024
Akademisi harap Investasi di Sulteng tingkatkan kesejahteraan rakyat
24 October 2024 13:57 WIB, 2024
Pemerintah terbitkan Inpres percepatan penyelenggaraan trem otonom IKN
23 October 2024 9:39 WIB, 2024
Tangerang Hawks pertahankan pelatih Antonius Joko Endratmo di IBL 2025
22 October 2024 9:33 WIB, 2024
Presiden Jokowi sebut tak ada acara khusus di Solo setelah purnatugas
17 October 2024 5:46 WIB, 2024