
Disperindag Sulteng pastikan tingkat inflasi stabil hingga Ramadhan

Palu (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan tingkat inflasi di provinsi itu tetap stabil hingga bulan Ramadhan 1557 hijriah tahun 2026.
"Kami optimistis inflasi daerah terjaga, karena tingkat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 hanya 0,01 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Richard Arnaldo Djanggola di Palu, Selasa.
Ia mengemukakan, data BPS juga menunjukkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Januari 2026 sebesar 0,01 persen, sehingga diproyeksikan hingga Ramadhan nanti tidak menimbulkan kekhawatiran.
Optimistis itu karena tingkat ketersediaan cadangan bahan pangan terutama komoditas beras sangat memadai berada di angka 22 ribu ton, bahkan pemerintah melakukan penambahan cadangan stok komoditas tersebut menghadapi Ramadhan sebanyak 10 ribu ton.
"Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena pemerintah daerah (pemda) dan para pihak lainnya terus melakukan langkah-langkah konkret demi menjaga ketersediaan stok maupun stabilitas harga bahan pokok di pasaran," ujarnya.
Kata dia, komoditas diperkirakan mempengaruhi tingkat inflasi daerah yakni emas perhiasan dan tarif listrik, sebagaimana data dirilis BPS bahwa andil komoditas itu terhadap inflasi yakni pada awal tahun sekitar 0,24 persen.
Meski begitu pemda tetap melakukan langkah antisipasi, melalui optimalisasi gerakan pasar murah, meningkatkan intensitas inspeksi di tingkat pasar sebagai upaya mencegah praktik-praktik curang seperti penimbunan bahan pangan oleh oknum distributor maupun pedagang.
Termasuk memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan logistik pangan, guna mencegah terjadinya monopoli harga di tingkat pasar.
"Momen-momen hari besar keagamaan sering terjadi lonjakan harga, maka tidak boleh harga komoditas pangan dinaikkan secara sepihak karena sejauh ini ketersediaan bahan pokok penting sangat memadai," ucap Richard.
Sementara itu, komoditas pangan lainnya seperti cabai merah, cabai rawit dan telur ayam justru masuk dalam tiga kategori komoditas yang turut andil terhadap deflasi m-to-m.
"Kami tidak ingin gegabah, komoditas pangan penting tetap menjadi prioritas pengawasan. Kami terus berupaya supaya momen Ramadhan tidak terjadi gejolak harga bahan pokok," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
